Tim Puma Sat Reskrim Polres Bima Kota Tangkap Pelaku Pembacokan Yang Berawal Dari Membela Diri

Kota Bima, Tribun Sumbawa – Tim Puma Sat Reskrim Polres Bima Kota menangkap MR alias Mega Warga Kelurahan Rabadompu Barat Kecamatan Raba Kota Bima, diduga pelaku penganiayaan pembacokan salah seorang wsarga asal Desa Sangiang Kecamatan Sape-Kabupaten Bima, David Hendri (38) sekitar di RSUD Bima yang berlokasi di sebelah barat lapangan Pahlawan Raba. Kejadian tersebut dinformasikan berlangsung pada Senin sore (15/11/2021) sekitar pukul 15.40 Wita.

Korban dikabarkan mengalami luka bacokan pada bagian tangan dan kaki. Dan hingga kini korban masih ditangani oleh Tim Medis RSUD Bima. Sekitar satu jam lebih usai kejadian berlangsung, keluarga korban dari Sape berbondong-bondong menuju RSUD Bima. Karena informasi tersebut, pasukan Sabhara Polres Bima Kota yang juga melibatkan Unit lainya hingga kini masih melakukan pengamanan secara ketat di RSUD Bima guna mengantisipasi terjadinya “kemungkinan” lain pasca peristiwa dugaan pembacokan terhadap korban tersebut.

 Kapolres Bima Kota, AKBP Henry Novika Chandra, S.IK, MH melalui Kasat Sabhara setempat, Iptu Raju membenarkan bahwa pihaknya masih melakukan pengamanan secara ketat di RSUD Bima. Upaya pengamanan tersebut dilakukan, diakuinya guna menjaga “kemungkinan lain” yang terjadi pasca korban dibacok.

“Hingga saat ini korban masih dirawat oleh Tim Medis RSUD Bima. Dan hingga kini kami masih melakukan pengamanan di RSUD Bima,” jelas Kasat Sabhara.

Terlepas dari itu, atas kejadian tersebut tentu saja Polisi tak tinggal diam. Selain melakukan pengamanan secara ketat di RSUD Bima, Kapolres Bima Kota melalui Kasat Reskrim setempat, Iptu Muhammad Rayendra Rizqiila Abadi Putra, S.IK, S.T.R memerintahkan Tim Puma dibbawah kendali Aipda Abdul Hafid untuk melakukan penyelidikan secara mendalam sekaligus mengintai terduga pelaku (Mega).

Usai dibekuk, Mega kemudian diangkut oleh Tim Puma Polres Bima Kota ke Mapolres setempat. Dan menurut informasi yang diperoleh Media ini mengungkap, pada interogasi awal yang dilakukan oleh Polisi-Mega mengakui perbuatanya.

“Atas kasus dugaan pembacokan korban asal Sape tersebut, kini Mega sudah ditangkap dan diamankan oleh pihak Polres Bima Kota. Kabar terkini yang kami terima, hingga kini Mega masih diinterogasi oleh Tim Puma Polres Bima Kota,” ungkap salah satu saksi yang berada dilokasi kejadian, Senin sore (15/11/2021) sekitar pukul 18/10 Wita.

Lanjut Kapolres Bima Kota, AKBP Henry Novika Chandra, S.IK. MH melalui Kasat Reskrim setempat, Iptu Muhammad Rayendra Rizqiila Abadi Putra, S.IK, S.T.R membenarkan bahwa Mega telah ditaangkap oleh Tim Puma dan kini masih diamankan di Mapolres Bima Kota. Mega ditangkap oleh Tim Puma karena diduga membacok seorang warga asal Desa Sangiang Kecamatan Sape.

“Kejadian pembacokan terhadap korban berlangsung di sekitar RSUD Bima. Atas kejadian tersebut, kini Mega sudah ditangkap dan telah diamankan di Mapolres Bima Kota,” kata Kasat Reskrim.

Sebelum Mega ditangkap dan diamankan, terlebih dahulu pihaknya memperoleh informasi dari pihak Polsek Rasanae Timur (Rastim)-Polres Bima Kota. Atas kejadian tersebut, pihak Polsek Rastim menjelaskan adanya korban bacokan asal Desa Sangiang Kecamatan Sape-Kabupaten Bima.

“Dari informasi itu, saya periuntahkan Tim Puma untuk melakukan penyelidikan secara akurat dan mendalam. Hasilnya, kami mendapat informasi bahwa Mega sebagai terduga pelaku dalam kasus tersebut. Tak lama kemudian, saya perintahkan Tim Puma untuk menangkap sekaligus mengamankan Mega,” terangnya.

Hasil intogasi awal yang dilakukan oleh pihaknyaterhadap Mega, yang bersangkutan mengakui perbuatanya (membacok korban). Namun kepada pihaknya, Mega mengaku membacok korban karena alasan membela diri.

“Kata Mega, dia membacok korban karena alasan bela diri. Masih menurut Mega, awalnya korban datang ngamuk-ngamuk ke RSUD Bima dan kemudian membacok Mega. Atas bacokan tersebut, Mega mengaku jaketnya robek. Kata Mega, jaketnya robek karena dibacok oleh korban. Itu katanya Mega Lho ya. Mega juga mengaku bahwa parang yang digunakan untuk membacok korban adalah parang dari korban sendiri,” tambah Rayendra.

“Tadi saya sudah mengecek tubuhnya Mega namun tidak menemukan adanya bekas luka akibat bacokan. Hanya jaketnya saja yang robek, dan itu katanya dibacok oleh korban. Untuk membuktikan apakah benar korban membacok korban, tentu saja harus ada saksi yang ikut menyaksikanya,” terang Rayendra.

“Hingga kini kronologis kejadian tersebut belum kami terima dari Polsek Rastim. Tempat Kejadian Perkara (TKP) itu di sekitar RSUD Bima. Sementara identitas lengkap korban, hingga kini belum kami terima dari pihak Polsek Rastim,” tutup Rayendra. (TS/IM)

007

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Atlet Panahan KOMPAS NTB Lolos ke Semifinal Ground Archery League Indonesia

Sel Nov 16 , 2021
Belasan atlet panahan dari Komunitas Panahan Sumbawa (KOMPAS NTB) mengikuti Ground Archery League Indonesia Seri ke 4 tahun 2021. Bahkan yang membanggakan lagi, sejumlah atlet Sumbawa berhasil lolos ke semifinal, yang rencananya berlangsung pekan depan. Pelatih Club KOMPAS NTB – H. Yudi Patria Negara, ST., MM kepada media ini mengungkapkan, […]