Seorang Akan Bersalin Diduga Terpapar Covid 19

Kota Bima, Tribun-sumbawa.com – Kasus baru yang terjadi diwilayah Kota Bima, yakni ibu hamil harus segera melakukan proses persalinan. Dan menurut Hasil Swab Laboratorium, ibu hamil tersebut atau terkonfimasi sebagai pasien nomor 2681 inisial J (perempuan) usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Melayu Kecamatan Asakota Kota Bima. Saat ini, sedang menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan puskesmas Jatibaru dan RSUD Bima, Minggu,(30/08).

Kabag Humas dan Protokol Kota Bima H Abdul Malik SPt, menjelaskan kepada awak media Tribun Sumbawa melalui via Whatsapp. Pihaknya membenarkan bahwa pasien nomor 2681 inisial J umur 25 tahun, sekarang sedang menjalani isolasi mandiri di RSUD Bima.

“Betul untuk saat ini pasien nomor 2681 yang berinisial J sedang di isolasi mandiri di RSUD Bima,” paparnya.

Sebelumnya, keluarga pasien tidak menerima hasil swab dengan hasil pasien nomor 2681 Inisial J positif covid 19. Sebab sebelumnya pasien di temani suami konsultasi terkait perkembangan janin yang dikandung, kemudianoleh Puskesmas Jatibaru Kecamatan Asakota Kota Bima, pasien tersebut terpapar covid 19.

Suami Pasien Agus Purwanto mengungkapkan, denfan hasil swab laboratorium positif covid 19 kepada Istrinya, keluarga sempat menolak untuk di kembali ke periksa ke Puskesmas Jatibaru. “kami dari pihak keluarga sangat bersih keras untuk menolak ajakan dari pihak puskesmas yang berasumsi bahwa istri saya harus dibawa secepatnya ke puskesmas untuk di isolasi mandiri di RSUD Bima,sedangkan istri saya selama ini hanya untuk memeriksa keadaan bayi saja serta waktu kapan harus proses melahirkan.Kok malah divonis positif covid 19,” ungkapnya.

Diungkapkan, keluarga mengikuti ajakan puskesmas untuk dibawa segera ke puskesmas. Meskipun sebelumnya sempat terjadi perdebatan yang panjang bersama pihak Puskesmas.

“pihak keluarga menerima untuk di bawa pasien ke puskesmas jatibaru dan akan di rujuk ke RSUD Bima serta akan dilakukan proses persalinan” katanya.

Selain itu juga, pihak Puskesmas memberikan ultimatum perjanjian yang harus ditandatangani oleh suami pasien. Isi dari surat tersebut menjelaskan, ketika pihak keluarga menolak untuk di rujuk di RSUD nanti. Pasien tidak dilayani melakukan proses persalinan di Rumah Sakit manapun yang berada di wilayah Kota maupun Kabupaten Bima.

“saya terpaksa untuk menerima pilihan dari pihak puskesmas. Karna sebelumnya pihak puskesmas memberikan pernyataan di sebuah surat perjanjian dan harus saya tanda tangani. Bunyi surat tersebut ialah ketika saya menolak untuk di rujuk istri saya di RSUD Bima. Maka istri saya tidak diterima proses persalinannya di Rumah Sakit manapun,” jelas Agus purwanto. (Ts/IM)

wartawan tribun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

KPU Dompu Tandatangani MoU Dengan IDI, HIMPSI dan BNN

Sen Agu 31 , 2020
DOMPU,TRIBUN     Komisi Pemilihan Umum (KPU) Dompu menandatangani MoU dengan Ikatan Dokter Indonesia, Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI dan BNN Profinsi NTB sebagai tempat pemeriksaan kesehatan jasmani dan rohani Bakal Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Dompu tahun 2020.     Penandatangan MoU tersebut dilakukan di Gedung Manajemen Rumah Sakit Umum (RSU) […]