Sekda Sumbawa : Ada Kriteria Calon Pedagang Berhak Diundi

Sumbawa besar, tribun-sumbawa.com – Sekda Sumbawa, H. Hasan Basri, mengungkapkan, dari hasil rapat telah ditetapkan beberapa kriteria calon pedagang pasar seleteng yang berhak mengikuti undian. Yakni pedagang lama, melakukan kontrak, memiliki kartu, dan membayar retribusi.

“Kita kan dihasil rapat kemarin sudah dijelaskan bahwa yang boleh dapat undian itu pertama, mereka yang pedagang lama. (Kedua) Ada kontrak dengan Bapenda misalnya, ada tanda tangan. Yang ketiga ada kartu. Yang keempat dia membayar retribusi selama beberapa tahun terakhir ini. Nah itu yang diutamakan,” katanya Rabu (07/04) di Kantor Bupati Sumbawa.

Dijelaskan, jika terdapat orang tua dan anak yang telah memenuhi persyaratan, mala dapat memiliki tempat berdagang. Misalnya anak telah berkeluarga dan memiliki kartu keluarga.

“Ini kan kadang-kadang, ada anaknya yang punya, dikira dua. Padahal anaknya sudah kawin, punya kartu keluarga sendiri. Karena ini kan pendekatannya KK. Tidak boleh dalam satu KK dapat dua. Tapi kalau KK- nya berbeda dan dulu dia berdagang, ya Ndak ada masalah,” jelasnya.

Disebutkan, jika terdapat masyarakat yang ingin berdagang selain pedagang lama, maka dapat mengajukan permohonan. Dan akan dipertimbangkan, jika masih terdapat tempat setelah pedagang lama dimasukkan.

“Ketika ada yang mau, silahkan ajukan permohonan. Kalau ada sisa, baru kita akan pertimbangkan. Tim yang akan berhubungan, bukan satu, dua orang,” ucapnya.

Jika setelah menempati, terdapat pedagang yang mengalahkan los atau kios kepada orang lain, maka akan ditertibkan. “Kalau ada yang jual lapak dan lainnya, kan ada tim penertiban nanti, ada pol PP, kepolisian, TNI, ada perhubungan dan sebagainya. Nanti dia akan melihat, misalnya yang diundi dapat si A, tapi kelau kemudian lain yang berdagang, kan kita ambil lagi,” ujarnya.

Ia menganggap, berbagai polemik yang muncul, baik dari masyarakat atau pihak lainnya, merupakan bentuk perhatian. “Saya kira itu biasa, sebagai bentuk perhatian masyarakat. Dan DPRD mengontrol, karena memang fungsinya mengontrol,” jelasnya.

Ditegaskan, jika ditemukan dan dapat dibuktikan, terdapat oknum ASN bermain dalam proses pembagian tempat, dapat dolaporkan untuk diambil tindakan tegas. “Kalau ada ditemukan oknum yang bermain di lapangan, ya silahkan dilaporkan. Kalau ada oknum, silahkan dibuktikan, dan kita akan ambil tindakan tegas,” ujarnya. (Ts/011)

wartawan tribun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Tarawih dan Idul Fitri Diperbolehkan Berjamaah dengan Prokes

Kam Apr 8 , 2021
Sumbawa Besar, tribun-sumbawa.com – Pelaksanaan ibadah tarawih dan idul Fitri 1 Syawal 1442 Hijriyah, diperbolehkan untuk dilaksanakan secara berjamaah. Namun selama pelaksanaan, musti dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. “Intinya, idul Fitri itu tetap dilaksanakan seperti biasa (berjamaah), dan mengacu kepada surat edaran satgas covid sebelumnya. Artinya tetap beribadah […]