Sebanyak 92 Ekor Sapi Yang Diamankan TNI-AL Kolo Dikembalikan

Kota Bima, Tribun Sumbawa – Sebanyak 92 sapi dan seekor kambing yang ditangkap dan diamankan bersama dua kapal dari Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur oleh Pos TNI AL dilepas kembali ke daerah asal melalui pelabuhan Bima, Minggu (14/2/2021) siang. Pelepasan disaksikan kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Bima, Khaerudin SH MM, perwakilan Pangkalan Angkatan Laut (LANAL) Mataram, Lettu Laut. Taufik Yudha, dokter hewan Kantor Karantina Pelabuhan Laut bima, drh Astria, Danpos TNI AL Kolo, Peltu Muhammad, Kepala Dinas Pertanian Kota Bima, Sulistianto S.Pt, Kabid Agribisnis Dinas Peternakan dan Keswan Kabupaten Bima Ir Mahmud MM dan personel Polairud Polres Bima Kota Bripka HM Purnomo.

Pelepasan barang bukti hasil penangkapan Pos TNI AL Kolo tersebut diawali musyawarah para pimpinan sejumlah instansi dan institusi tersebut disertai penandatanganan pernyataan dengan inti kesepakatan, yakni Menyatakan sepakat untuk dilakukan tindakan Karantina Penolakan media pembawa berupa sapi berjumlah 92 ekor dengan rincian 24 ekor jantan dan 68 ekor betina yang di angkut dengan dua kapal untuk kembali ke daerah asal dengan pengawalan dari pihak TNI AL dan KSOP Pelabuhan Laut Bima.

Kemudian, Selama dalam proses ini masih menjadi ranah TNI AL sebagai pihak penangkap. Tindakan karantina penolakan dilakukan dengan pertimbangan, Untuk menghindari resiko penyebaran penyakit dari media pembawa Sapi yang bersal dari daerah yang tidak bebas penyakit brucellosis yaitu Pulau Flores NTT, sementara Pulau Sumbawa bebas dari penyakit brucellosis tersebut sesuai dengan Kepmentan No.97/Kpts/PO.660/2/2006.
Bersifat segera dengan pertimbangan animal welfare sesuai dengan Undang-Undang Nomor 18 tahun 2009. Penolakan media pembawa yang dilakukan sesuai amanat Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 pasal 33, karena pemilik /penanggung jawab media pembawa tersebut telah melanggar UU Nomor 21 Tahun 2019 pasal 43.

Adapun dari 92 ekor sapi yang ditangkap dan diamankan petugas Pos AL, enam ekor lainnya mati dan tetap dibawa pemilik menuju daerah asal di Labuan Bajo, NTT. Sebagaimana penjelasanan perwakilan Lanal Mataram, Lettu Laut Taufik Yudha, berkaitan hukum administrai yang mengandung sanksi pidana, maka diutamakan berdasarkan azas hukum ultimum remedium. (TS/IM)

wartawan tribun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Bupati Bima Lakukan Sidak ke Sejumlah Bagian Setda

Sen Feb 15 , 2021
Bima, Tribun Sumbawa – Untuk memastikan para Aparat Sipil Negara (ASN) di Lingkup Sekretariat Kantor Bupati Bima, Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE (IDP) lakukan inspeksi mendadak (Sidak) pda hari senin (15/2/2021). Dalam Sidak tersebut, Bupati IDP, didampingi Asisten Administrasi Umum sekaligus Plt Kabag Administrasi Kesra Setda Kabupatrn Bima […]