Polisi Tetapkan Tersangka Oknum Guru Cabul di Dompu

DOMPU,TRIBUN

    Penyidik Kepolisi Dompu menetapkan tersangka terhadap MY (45 tahun) oknum guru PNS di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Kandai Dua dalam kasus dugaan pencabulan terhadap siswinya yang masih duduk dibangku kelas 3 (tiga) sekolah setempat.

Kasat Reskrim Polres Dompu, AKP Reza Fahmi, SH, MH, S.IK., ditemui dikantornya, Jum’at (27/12/2019) menyampaikan, penetapan tersangka terhadap MY setelah alat bukti seperti keterangan saksi, keterangan dokter, bukti visum dan keterangan ahli psikologi terpenuhi.

“Semua alat bukti terpenuhi, pelaku sudah kami tetapkan tersangka atas kasus dugaan pencabulan tersebut, “kata Kasat Reskrim.

Dikatakan, penetapan tersangka oknum guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Kandai Dua dilakukan pada Kamis 27 Desember 2019, “pelakunya langsung ditahan di Mapolres Dompu untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut,”ungkap Fahmi.

Lebih lanjut Fahmi mengatakan, pelaku dalam kasus ini melanggar Undang-undang RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak Pasal 82 yang dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan didenda paling banyak 5 M.

“Berkas kasusnya secepatnya akan kami limpahkan ke Kejaksaan, “terangnya.

Diberitakan sebelumnya, kasus pencabulan dilaporkan orang tua korban ke Kepolisian Resort Polres Dompu dengan surat tanda bukti lapor nomor: STBL/448.a/2019/NTB/Res.Dompu pada Jum’at 22 November 2019 lalu. Orang tua korban secara resmi melaporkan oknum guru PNS yang mengajar mata pelajaran Penjaskes di MIN Kandai Dua dimaksud.

Pelaku dilaporkan karena diduga kuat melakukan pencabulan terhadap muridnya sendiri yang masih berumur 8 (delapan) tahun dan masih duduk dibangku kelas 3 (tiga) di Madrasah setempat.

Kejadian pencabulan itu awalnya diketahui oleh orang tua korban pada Kamis (22/2019) sekitar pukul 09.00 wita setelah anaknya mengaku merasakan kesakitan pada kemaluannya saat kencing. Setelah ditanya, sang anak mengaku telah dicabuli oknum guru bejat tersebut.

Korban mengaku dipeluk, dicium dan celananya dibuka pelaku. Setelah itu, pelaku memasukan jarinya pada kemaluan korban. Aksi bejat oknum guru itu selain dilakukan didalam ruangan sekolah MIN Kandai Dua juga dilakukan didalam toilet sekolah setempat.

Tidak hanya di sekolah, oknum guru cabul juga memaksa korban pergi jalan-jalan ke Bendungan Mila. Ditempat itu korban mengaku di peluk-peluk dan dicium-cium oleh pelaku.(TS/RF)

wartawan tribun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Massa HMI Dompu Bentrok Dengan Polisi

Jum Des 27 , 2019
DOMPU,TRIBUN     Aksi unjuk rasa yang dilakukan sekelompok Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Dompu di depan kantor Bupati Dompu, Jumat (27/12/2019) berujung ricuh. Massa terlibat bentrok dengan pihak kepolisian yang berjaga. Bentrokan terjadi sekitar pukul 10.00 Wita ketika sejumlah massa aksi memaksa masuk ke dalam kantor Bupati Dompu. Mereka hendak bertemu […]