Operasi Yustisi, Tiga ASN Ditemukan Langgar Prokes

Sumbawa Besar, Tribun – Operasi Yustisi Covid-19 di Kabupaten Sumbawa terus dilakukan. Kali kedua digelarnya pada tahun 2021, sebanyak 22 orang pelanggar protokol kesehatan ditemukan, terutama yang tidak menggunakan masker saat berkendara.

“Terjaring hari ini ada 22 orang,” ungkap Kasat Pol PP Kabupaten Sumbawa melalui Kabid Linmas – Sarifah S.Sos., M.Si kepada wartawan, usai melaksanakan Operasi Yustisi, Senin (22/2/21) siang.

Dari jumlah tersebut ungkapnya, terdapat 3 orang yang diketahui sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). “Ada yang pakai pakaian dinas ada tiga orang. Dari Dinas PU dan Samsat dua orang,” tambah Syarifah.

Terhadap ketiganya, dikenakan sanksi berbeda. Bagi pegawai Dinas PUPR Kabupaten Sumbawa memilih sanksi administrasi. Sedangkan dua pegawai Samsat memilih sanksi sosial, yaitu membersihkan sampah di RTH Taman Mangga, Sumbawa. “Satu sanksi administrasi, 11 sanksi sosial dan 10 surat peringatan,” ungkapnya.

Ada ditemukannya ASN pelanggar prokes ini, sangat disesali. Karena sebagai pegawai daerah seharusnya bisa mencontohkan hal yang baik kepada masyarakat. Ke depan, diharapkan tidak adanya lagi ASN pelanggar prokes, termasuk oleh tenaga honorer maupun tenaga kontrak. “Harapan kami agar ada efek jera dan tetap diingat bahwa Prokes ini wajib hukumnya dilaksanakan di Sumbawa,” tegasnya.

Syarifah menerangkan, hingga saat ini sanksi yang diterapkan berdasarkan Peraturan Bupati (Perbup). Yaitu pelanggar bisa memilih sanksi, diantaranya sanksi administrasi denda Rp 150 ribu, sanksi sosial membersihkan lingkungan di lokasi Yustisi digelar. Kemudian untuk sanksi berupa surat peringatan dikenakan bagi pelanggar yang membawa masker namun tidak digunakan. “Yang usia sudah tua atau ibu hamil karena kita juga melihat kepatutan dalam hal ini. Tidak semua kita sama ratakan, karena memang dari usia, ndak etis kita suruh nyapu atau push up. Sehingga surat peringatan kita berikan, agar ingat bahwa kita masih melakukan penertiban di Sumbawa,” jelasnya.

Diakuinya, pelanggar pada Operasi Yustisi kali ini adalah jumlah paling rendah jika dibandingkan dengan operasi-operasi sebelumnya. “Alhamdulillah artinya sudah banyak yang disiplin dan patuh dengan Prokes,” tandasnya.

Diharapkan, dengan gencarnya dilakukan Operasi Yustisi dan terbentuknya kesadaran diri masyarakat, Kabupaten Sumbawa bisa menjadi zona hijau Covid-19. Sehingga aktivitas masyarakat bisa kembali berjalan normal, dan sekolah bagi anak-anak. “Diharapkan Sumbawa cepat menjadi zona hijau dan kita semua bisa lebih bebas beraktivitas, anak-anak sekolah juga lebih tenang bersekolah Dan semua aktivitas. Apalagi ini menjelang masuk bulan suci Ramadhan, harapan kita bisa puasa tarawih secara bersama dengan bebas covid-19,” pungkasnya. (TS/010)

wartawan tribun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Diduga Miliki Shabu, Pemuda Asal Cenggu Diciduk Polisi

Sen Feb 22 , 2021
Bima, Tribun Sumbawa – Diduga menguasai shabu-shabu, seorang pria berinisial AM 24 (tahun) diringkus Anggota Sat Resnarkoba Polres Bima yang dipimpin langsung oleh Kasat Resnarkoba AKP Wahyuddin, sabtu (20/2-2021) sekitar pukul 21.30 wita. Penangkapan dilakukan di jalan lintas Tente-Karumbu tepatnya di depan penggilingan Desa Cenggu Kecamatan Belo Kabupaten Bima (NTB). […]