Omset UKM Turun Lebih 70 Persen Akibat Corona

Sumbawa Besar, tribunsumbawa.com – Hasil penjualan barang atau omset Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Sumbawa selam penyebaran Covid-19 menurun drastis. Analisis omset yang dilakukan oleh Dinas Koperasi UKM dan Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumbawa, penurunan omset relative mencapai lebih dari 70 persen.

“Analisis yang dilakukan bidang UKM, industry dan koperasi, terjadi penurunan omset lebih dari 50 persen, bahkan sampai 70-an persen. Artinya kalau selama ini laku sejuta, ya sekarang sekitar Rp 300 ribu. Itu berapa modal, berapa ongkos, biaya produksi, terus untungnya berapa. Tapi ini relative dialami oleh semua sektor,” kata Arif, kepala Dinas Koperasi UKM dan Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumbawa, di ruang kerjanya, Senin (20/04).

Diungkapkan, penurunan omset disebabkan antara lain, terhambatnya pasokan bahan baku dari luar daerah. “UKM kita akibat corona virus ini cukup merasakan. UKM kita yang menggunakan bahan baku dari luar daerah terkendala. Karena kendala konsolidasi dan transportasi,” jelasnya.

Selain itu, pemasaran produk bagi UKM yang bergerak dibidang pangan dan memasarkan hasil di daerah mulai mengalami hambatan, karena sepi pembeli. Seperi yang terjadi baru-baru ini, salah satu UKM musti mengalami kerugian belasan juta, karena tidak laku dan telah jatuh masa kadaluarsa.

“Barang-barang yang dititipkan di beberapa toko dan gerai didalam kota diminta untuk ditarik oleh pemilik toko karena tidak laku. Lantaran pembelinya menurun. Barang diambil, kemudian tidak lama barangnya ekspired karena itu barang pangan, ada batasnya. Jadi rugilah sekitar belasan juta. Itu sudah dilaporkan ke bidang yang menangani, itu salah satu contoh UKM yang terdapak,” ucapnya, juga menambahkan, protokol social distance, physical distance, menghambat UKM dalam pemasaran produk.

Sedangkan UKM yang bergerak dibidang konfeksi, musti mengalihkan usaha untuk pembuatan masker. “Usaha konfeksi juga menurun, tapi saya salut juga pada mereka, adik-adik umkm konfeksi ini tidak patah arang. Dia banting stir, garap pembuatan masker. Dibikin dengan inovsai model, lapisan dan segala macamnya, pemasarannya swadaya. Itu ada yang laku ada yang tidak,” jelasnya.

Dijelaskan, diperkirakan jumlah UKM di Kabupaten Sumbawa mencapai 6.000 yang dikelola secara berkelompok ataupun perorangan. “Organisasi tertentu, misalnya politik kemasyarakatan, yang saat ini sedang melakukan kegiatan kemasyarakatan membagikan masker, agar membeli pruduk UKM di Kabupaten Sumbawa,” ucapnya. (Ts/011)

wartawan tribun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Partisipasi Cegah Penyebaran Covid-19, Koramil 1614-01/Dompu Bagi Masker Gratis Kepada Pengguna Jalan Raya

Sel Apr 21 , 2020
DOMPU,TRIBUN     Sejak ditetapkan sebagai zona merah pandemi Covid-19, berbagai pihak turut berartisipasi mencegah penyebaran Covid-19 di Kabupaten Dompu. Salah satunya jajaran Kodim 1614/ Dompu dibawah Komando Dandim 1614/ Dompu, Letkol Inf. Ali Cahyono, S.Kom.     Kodim 1614/ Dompu melalui Koramil 1614-01/Dompu, selasa (21/4/2020) melaksanakan pembagian 500 pcs masker secara […]