Nasdem Dorong Bentuk Pansus Pembongkaran Lapak Pasar Seketeng

Sumbawa Besar, Tribun-sumbawa.com – Fraksi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) DPRD Sumbawa mendorong agar dibentuk Panitia Khusus DPRD, terkait pembongkaran lapak di bangunan baru Pasar Seketeng. Sehingga nantinya, seluruh kesimpang-siuran informasi dan desas-desus terkait pasar seketeng dan pedagang, dapat terjawab tuntas.

“Sesuai instruksi Ketua DPD Nasdem Sumbawa, kami di fraksi mendorong DPRD membentuk Pansus. Pansus ini dinilai sangat penting untuk memperjelaskan kesimpangsiuran informasi, sekaligus mencari akar permasalahan mengapa sekat lapak-lapak tersebut dibongkar. Sebab ada yang mengatakan dibongkar karena terlalu luas, dan ada juga yang menilai terlalu sempit,” kata Bunardi, anggota Fraksi Partai Nasdem sekaligus Wakil Ketua Komisi II DPRD Sumbawa, di ruang kerjanya Senin (05/03).

Diungkapkan, saat ini Pasar Seketeng masih dalam tahap pemeliharaan. Sehingga sumber anggaran pembongkaran lapak, harus jelas. “Tentunya perlu ditelusuri siapa yang bertanggung jawab, apakah memang kontraktor pelaksana, atau mungkin ada kucuran anggaran baru menggunakan dana APBD,” ucapnya.

Selain itu, setiap pembangunan fisik, termasuk pasar seketeng dipastikan telah melalui berbagai proses tahapan, termasuk tahap perencanaan. Dan perencaan pembangunan tentunya akan disesuaikan denga kebutuhan dan permintaan dari pengguna atau penerima manfaat.

“Artinya apa yang sudah dibangun dan diresmikan sudah sesuai dengan perencanaan. Ketika ada bagian bangunan yang harus dibongkar, maka ini menyalahi perencanaan. Bukan kesalahan perencanaan,” tegasnya.

Disebutkan, seharusnya pengisian pedagang di pasar seketeng tetap berada pada rencana awal. Sehingga apabila terdapat kelebihan jumlah pedagang, atau melebihi daya tampung pasar seketeng, maka dapat dipertimbangkan untuk dialihkan ke pasar lainnya, seperti Pasar Brang Bara dan Pasar Brang Biji.

Ia menilai, pembongkaran lapak pasar di tengah jalan, akan menghilagkan nilai teknis bangunan. “Jadi, jangan terlalu pragmatis. Ketika muncul keinginan di tengah jalan, dengan mudahnya main bongkar. Kasihan nilai teknis bangunan yang sudah bagus menjadi hilang. karenanya salah satu solusi untuk menyelesaikan persoalan ini adalah dengan membentuk Pansus. Fraksinya akan melakukan koordinasi lintas fraksi untuk mendorong agar masalah ini diusut dan diclearkan,” ujarnya. (Ts/011)

wartawan tribun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Mensos RI Kunjungi dan Bantu Korban Banjir di Bima Sebesar 1,2 Miliar

Sel Apr 6 , 2021
Bima, Tribun Sumbawa – Menteri Sosial Republik Indonesia Ibu Tri Rismaharini,M.T Memberikan Bantuan kepada Korban Banjir Di Desa Naru, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima NTB.Senin, (05/04/2021 ) pukul 14.00 wita. Batuan Dari kementrian Sosial Republik Indonesia ( RI ) Berupa, makanan Siap Saji 1800 paket, makanan anak anak 455 paket, kids […]