Misteri Kematian Hasanuddin Masih Belum Terungkap, Warga Rontu Gelar Aksi Depan Polres Bima Kota

Kota Bima, Tribun Sumbawa – Kamis 20 Mei 202, mayoritas warga Kelurahan Rontu menggelar aksi demonstrasi yang difokuskan di Markas Kepolisian Resort Bima Kota dengan tuntutan utama, yaitu penuntasan kasus kematian Hasanuddin, Warga Kelurahan Rontu yang sampai hari ke-47 pasca wafat belum juga terungkap.

Masa aksi yang merupakan koalisi warga Rontu dengan Karang Taruna mendesak pihak Polres Bima Kota untuk segera menemukan dan menangkap pelaku pembunuhan sadis tersebut, selain itu juga, masa aksi meminta polisi merilis perkembangan terbaru dari upaya penuntasan kasus tersebut. Hal ini merupakan bentuk dari kekecewaan warga akibat beberapa bukti seperti CCTV kemarin, sampai saat ini tidak mampu diterjemahkan dengan baik oleh penyidik.

Muhtar, 36 tahun AliasB Billy perwakilan keluarga mendiang Hasanuddin (Almarhum) mengatakan kekecewaanya karena menurutnya pihak keluarga dan warga sudah sering memberikan masukan sebagai pertimbangan kepolisian dalam mengumpulkan alat bukti maupun saksi.

Kemudian Billy dikatakannya, bahwa pihaknya bersama warga sudah berupaya bersinergis dengan Polisi untuk membantu mempermudah pengungkapan kasus terkait.

Disamping itu, Rawin S. Pd 28 tahun, yang merupakan korlap aksi mengungkapkan, bahwa dengan lambatnya pengungkapan kasus tersebut akan berpotensi menimbulkan ketidakpercayaan rakyat pada kinerja pihak Kepolisian Resort Bima Kota.

“Kepercayaan rakyat pada Kepolisian bisa terkikis akibat lambatnya penuntasan kasus Pembunuhan Sadis tersebut,”ungkapnya.

Masa aksi sepakat memberikan waktu deadline waktu selama 24 jam bagi Kepolisian untuk menemukan titik terang pengungkapan kasus tersebut.

Beberapa saat menjelang kelarnya aksi di Polres Bima Kota, salah satu perwakilan Kepolisian yang merupakan salah satu senior di kesatuan Reskrim menemui massa aksi. menurutnya pihak Kepolisian dalam hal ini telah berupaya maksimal mengungkap kasus tersebut dengan mengumpulkan bukti CCTV maupun memeriksa sekitar 30 saksi. namun karena kendala prasarana alat maupun tehnologi khusus dalam memeriksa rekaman CCTV, pihaknya terpaksa mengirim rekaman CCTV tersebut ke Polda NTB untuk diteliti lebih lanjut. 

Pernyataan tersebut sontak ditimpali oleh korlap aksi yaitu Rawin S.pd yang menilai pernyataan tersebut sangat kontradiktif dengan fakta bahwa penggunaan tehnologi canggih oleh pihak Kepolisian sejak lama telah diaplikasikan. sehingga sedikit mustahil penegak hukum tersebut mengalami kendala dalam identifikasi CCTV tersebut.

Selanjutnya masa aksi menuju Pemkot Bima untuk menggelar orasi ilmiah dan meminta dukukungan dalam penuntasan kasus tersebut. masa aksi langsung diterima oleh perwakilan Pemkot Bima yaitu Asisten 1, Drs. H. A Gawis yang menyatakan Komitmen Pemkot dalam mendorong pihak Kepolisian untuk segera menuntaskan kasus tersebut. akhirnya masa aksi mengakhiri agendanya dipemkot dengan membacakan penyataan sikap warga melalui karang taruna setempat dan surat pernyataan sikap tersebut diterima secara resmi oleh Pemerintah Kota Bima melalui Asisten 1.

Masa selanjutnya menuju kantor DPRD Kota Bima untuk mengelar orasi ilmiah terkait kasus tersebut dan mempertanyakan sejauh mana peran dewan khususnya dari dapil 1 dalam memperjuangkan hak hukum rakyatnya tersebut. (TS/IM)

wartawan tribun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Berikan Pelayan Maksimal, PLN Sumbawa Buka Stand Khusus di Pasar Seketeng

Kam Mei 20 , 2021
Sumbawa Besar, TRIBUN PT PLN (Persero) UP3 Sumbawa berupaya memberikan pelayanan maksimal kepada para pedagang di area Pasar Seketeng. Hal itu sebagai bagian dari komitmen PLN Sumbawa menyukseskan program pemerintah daerah. Terutama dalam melahirkan pasar modern yang refresentatif. PLN Sumbawa bahkan resmi membuka pelayanan khusus di area pasar Seketeng, pada […]