Klarifikasi Soal Kekayaan Bupati Bima, Suryadin: Tidak Benar Harta Bupati 19 Miliar

Bima, Tribun Sumbawa – Isu laporan KPK terkait harta kekayaan Bupati Bima yang mencapai Rp 19 milyar lebih ditengah Pandemi Covid-19, ini penjelasan Kepala Bagian Protokol & Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setda Kabupaten Bima, Suryadin S.S, M.Si

Menurutnya, kewajiban penyelenggara negara untuk melaporkan harta kekayaannya diatur dalam UU Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara Yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme dan Peraturan Komisi Pemberantasan Korupsi Nomor: 07 Tahun 2016 tentang Tata Cara Pendaftaran, Pengumuman dan Pemeriksaan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara.Kata dia, mengacu pada pelaporan LHKPN Bupati Bima  per 31 Maret tahun 2019, total harta kekayaan Bupati Bima senilai Rp 13.519.285.613 dan  pada tahun 2020, total harta kekayaan menjadi  Rp.  14.959.624.604. Jumlah ini mengalami  kenaikan sebesar Rp 1.440.338.991 dari tahun sebelumnya yang berasal dari komponen  harta tak bergerak/bergerak, kas/setara kas. 

Dikatakannya, sampai saat ini, belum ada hasil pelaporan LHKPN pejabat yang diumumkan pada laman KPK untuk LHKPN tahun 2021, karena akan diumumkan tahun 2022 mendatang.

Lanjut Suryadin, untuk tahapan pelaporan harta kekayaan Wajib Lapor LHKPN Tahun 2021, KPK mewajibkan setiap pejabat negara untuk melaporkan harta kekayaan pada setiap tanggal 1 Januari – 31 Maret Tahun 2022 dan setelah melalui proses verifikasi maka akan diumumkan melalui laman resmi di atas. Dengan demikian maka angka Rp. 19 Milyar harta kekayaan Bupati Bima 2021 tidak dapat dipertanggung jawabkan keabsahannya.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Deputi Pencegahan dan Monitoring telah menyediakan website E-LHKPN untuk mempermudah penyelenggara mendaftarkan, mengumumkan dan diperiksa harta kekayaannya untuk memastikan integritas para Pejabat Negara.  

Bagi masyarakat yang berkeinginan untuk menjalankan fungsi chek dan balance harta kekayaan pejabat negara termasuk Bupati Bima/Wakil Bupati dan Jajarannya yang termasuk dalam Wajib Lapor sesuai amanat peraturan perundang-undangan, bisa mengakses E- Announcement di Website E-LHKPN KPK. (siapapun bisa mengakses melalui https://elhkpn. kpk.go.id/portal/user/login#announ).

” Masyarakat diharapkan untuk men-chek KEBENARAN angka tersebut dalam Website KPK. Selama ini KPK tidak menyediakan fasilitas lain, selain laman E-LHKPN untuk mengakses kebenaran harta yang diumumkan bagi setiap wajib lapor LHKPN, ” ungkapnya. (TS/IM)

007

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Wali Kota Bima Tinjau Jalan Bantaran Sungai di Rontu, HML: Senantiasa Menjaga Kebersihan Sungai

Jum Sep 17 , 2021
Kota Bima, Tribun Sumbawa – Wali kota Bima H.Muhammad Lutfi SE meninjau jalan bantaran sungai kelurahan rontu kota bima, Jum’at (17/9/2021). Di sela-sela peninjauan tersebut Wali kota HML berkesempatan untuk berdialog dengan masyarakat yang ada di sekitar bantaran sungai. Ia mengimbau agar masyarakat senantiasa menjaga kebersihan, keindahan, dan kenyamanan kota […]