Ketua DPRD Sumbawa Desak Pemda Jaga Ketersediaan Oksigen di Faskes

Sumbawa Besar, tribun-sumbawa.com – Perhatian Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa – Abdul Rafiq terhadap dunia kesehatan di Kabupaten Sumbawa tidak bisa dipungkiri lagi. Sebelumnya, Ia bersedia menjadikan gedung DPRD Sumbawa sebagai lokasi isolasi bagi pasien Covid-19, dan meminta Pemda Sumbawa untuk mengkaji hal itu.

Saat ini, Ia menyoroti terkait ketersediaan oksigen. Rafiq mendesak Pemda Sumbawa untuk tetap menjaga ketersediaan oksigen di fasilitas kesehatan (Faskes), baik itu di Rumah Sakit maupun seluruh Puskesmas yang ada. Menurutnya, ini perlu dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kelangkaan oksigen di daerah. ‘’Terkait dengan perkembangan penanganan Covid-19 di Kabupaten Sumbawa, saya lebih menyoroti terkait dengan keberadaan oksigen. Saya berharap kepada Pemerintah Daerah melalui leading sektor terkait apakah Dinas Kesehatan, Puskesmas, maupun Rumah Sakit, untuk lebih fokus mempersiapkan kebutuhan oksigen masyarakat. Saya tidak mau ada kekosongan. Jangankan kekosongan, kekurangan pun saya tidak mau ada istilah itu,’’ tukasnya kepada wartawan, Selasa (10/8).

Rafiq yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Sumbawa ini menyarankan kepada Pemda untuk segera menyiapkan langkah-langkah konkrit, agar oksigen tetap tersedia di faskes se Kabupaten Sumbawa. Karena ketika terjadi kekurangan maupun kekosongan oksigen, maka akan menimbulkan masalah baru dikemudian hari. ‘’Kita memaklumi droping-droping oksigen itu terjadi, karena semua daerah itu membutuhkan. Tapi tentu kita harus berupaya mencari langkah-langkah, sehingga bagaimana oksigen itu harus selalu tersedia di Puskesmas dan Rumah Sakit. Itu harus kita cari cara. Kita tidak boleh menyerah dengan keadaan ini,’’ tandasnya.

Pihaknya tidak menginginkan adanya pasien yang terabaikan ketika membutuhkan oksigen. Untuk itu, Rafiq menekankan agar ketersediaan oksigen jangan hanya difokuskan pada pasien covid saja, tetapi seluruh faskes harus bisa melayani kebutuhan oksigen bagi semua pasien yang membutuhkan. ‘’Bayangkan ketika oksigen di puskesmas atau rumah sakit itu kosong atau kurang, jangankan kosong, kurang pun berpengaruh. Yang menjadi masalah, oksigen ini mau diberikan kepada siapa? Apakah hanya khusus pasien yang covid saja, atau juga kepada pasien-pasien lain yang membutuhkan. Inikan jadi catatan. Saya tidak mau ketika ada pasien yang bukan covid misalnya, ketika dia berobat di puskesmas atau rumah sakit, karena lebih mementingkan pasien yang covid, padahal ini juga sama-sama membutuhkan. Itu yang akan menjadi korban. Artinya negara harus hadir menyiapkan semua itu. Cari cara bagaimana pun,’’ tegas Rafiq.

Ia menyarankan agar Pemda saat ini untuk lebih memprioritaskan ketersediaan oksigen. Ketika terjadi kekurangan tabung, maka harus bisa dianggarkan, dan Ia menegaskan kalau DPRD siap menganggarkan untuk hal tersebut. ‘’Untuk anggaran kita siapkan. Misalnya beli tabung, butuh tabung berapa, tidak ada alasan tabung kita sekian, tidak ada itu. Orang sakit kita mau apakan sekarang kalau tidak ada oksigen. Ini masalah serius. Jadi saya berharap kepada Pemda mulai sekarang antisipasi, cari solusi, cari cara bagaimana supaya oksigen di kita itu melimpah. Kalau kita kekurangan tabung, anggarkan tabung itu, tidak usah dianggarkan yang belum prioritas dulu. Ini darurat situasinya,’’ demikian Rafiq. (TS/002)

002

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Ketua DPRD Sumbawa Minta Penggunaan Dana Covid di Desa Dilaksanakan Sesuai Aturan

Rab Agu 11 , 2021
Sumbawa Besar, TRIBUNKetua DPRD Kabupaten Sumbawa – Abdul Rafiq SH meminta seluruh desa dalam penggunaan anggaran penanganan dampak kesehatan dan ekonomi akibat Pandemi Covid-19 sesuai dengan aturan yang ada. Sehingga masing-masing desa nantinya dapat mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran dimaksud“Saya berharap penggunaan anggaran Covid-19 untuk menangani dampak kesehatan dan ekonomi di desa […]