Keluarga Bayi Meninggal di RUSD Sumbawa Akan Polisikan Management RSUD

 

Keluarga Bayi Meninggal di RUSD Sumbawa Akan Polisikan Management RSUD

Sumbawa Besar, TRIBUN

Setelah berdiskusi panjang dengan pihak keluarga sepertinya management RSUD Sumbawa, akan dipolisikan oleh mahmud, yang tinggal di Kebayan Kelurahan Brang Biji, orang tua dari bayi yang meninggal di RUSD Sumbawa setelah menghirup udara 8 hari di shall anak, tentu dengan kondisi mengenaskan, sekujur tubuhnya seperti terbakar yang meskipun oleh pihak RSUD merupakan darah hitam, akibat persalinan yang tidak normal dengan kondisi tubuh, fisik dan lainnya melemah.

Ramdhan, Keluarga korban, mewakili keluarga (8/1), mengatakan, kemungkinan senin (9/1, hari ini) keluarga akan melaporkan pihak RSUD ke kepolisian atas musibah yang menimpah keluarganya. “ Kami duga ponaan kami meninggal karena over hot inkubator, tempat ponaan saya dirawat,” ujar Ramdhan.

Bukan hanya itu saja, dari pertama masuk sudah mendapat perlakukan yang tidak SOP, bahkan pasien tidak begitu di gubris oleh tenaga medis di ruang anak, padahal ibu dari bayi perempuan yang meniggal tersebut, sudah kebelet melahirkan. “ Melahirkan ini bukan sukanya si adik ipar saya, melainkan Allah sudah menakdirkan bahwa bayi tersebut lahir di hari itu, ini yang tidak dipahami oleh tenaga medis setempat,” ujar Ramdhan.

Bahkan oleh orang tua Ramdhan, mengingatkan tenaga medis yang bertugas di waktu setempat kalau kepala bayinya sudah muncul, akan tetapi tetap saja tak di gubris, dan sibuk dengan aktivitas masing- masing, oleh tenaga medis mengatakan, ini belum waktu. “ Belum waktu padahal kepalanya sudah nongol,” sesal Ramdhan.

Kaitan dengan (almarhumah) keluarga Mahmud sudah bersepakat jika diperlukan membongkar kuburan bayi tersebut, maka keluarga siap membongkar kuburan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut guna keperluan outopsi.

Lebih jauh Ramdhan mengatakan, Dua persoalan tersebut, akan dibawa ke kepolisian untuk ditindak lanjuti, sebab, Ramdhan tidak menginginkan persoalan ini terjadi kepada keluarga pasien lainnya. “ Kalau urusan meninggal kami tidak persoalkan akan tetapi ini kan tidak wajar, serta pelayanan yang kurang pantas kami dapat, nah ini dia titik persoalannya, “ tutup Ramdhan (TS/003)

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Awal 2017, Dua Penyalahguna Narkoba Laporkan Diri ke BNN

Sen Jan 9 , 2017
Awal 2017, Dua Penyalahguna Narkoba Laporkan Diri ke BNN SUMBAWA BESAR, TRIBUN Meskipun di tahun 2017 ini Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sumbawa belum bergerak melaksanakan tugasnya di lapangan. Namun hasil kerja mereka di tahun sebelumnya sudah mulai berdampak. Dimana awal tahun ini ada dua penyalahguna narkoba yang datang melaporkan […]