Kapolres Bima Kota Tutup Mata Kasus Dugaan Penipuan Jual Beli Tanah 80 Juta, Kembali di Sorot

Kota Bima, Tribun Sumbawa. Taufik samudra 28 (tahun), yang merupakan  Korban penipuan dan atau penggelapan jual beli tanah yang di lakukan oleh salah satu oknum Honorer Badan pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bima Nasrul hiyad 32 (tahun). Minggu, (19-Juli-2020). Selanjutnya, pihak koban Taufik Samudra, yang akrab disapa Opik. Selanjutnya Opik, mengeluhkan terkait ketidak jelasan penanganan atas laporannya di Polres Bima Kota melalui Sektor Kecamatan Asakota Kota Bima tentang dugaan penipuan dan atau peggelapan atas dirinya.

Taufik Samudra alias Opik menceritakan, bahwa keluhan ini pihaknya menghubungi beberapa awak media, karena kasus dugaan Penipuan dan atau Penggelapan itu dilaporkan pada bulan desember  2020  lalu dengan dasar laporan bernomor : B/183/XII/2020/Sek Asakota pada tanggal 26 desember 2020. Tetapi sampai sekarang Laporan saya tidak jelas ujung pangkalnya, dan terkait kasus ini serius dikerjakan  itu atas dasar like or dislike, atau laporan dari masyarakat awam itu hanya sebuah formalitas, yang tidak dikerjakan dengan serius.

“Negara ini berdiri atas dasar hukum yang diatur oleh UUD, secara jelas kasus saya ini, sudah ada di dalam UUD RI. Jadi saya merasa, kalau seperti kami masyarakat kecil ini tidak di respon secara serius, Hak kami yang bernegara Indonesia. Karena Negara ini mempunyai HAM (Hak Asasi Manusia). Pertanyaannya?, apa yang memebedakan laporan kami rakyat kecil dengan mereka yang punya segalanya,” ungkap Opik dengan nada kecewa, saat menghubungi beberapa awak media melalui via Whatsaap.

Lanjut Taufik Samudra, Ada perbedaan perlakuan yang sangat signifikan atas Rakyat kecil dengan pemilik kekuasaan. Karena pihaknya sampai saat ini tidak menerima adanya kepuasan dari kinerja yang dilakukan oleh Pihak berwajib.

“Perlakuan demikian tidak berlaku untuk laporan kami rakyat kecil, kenyataan seperti yang saya alami hari ini, sudah berjalan sekitar 8 (delapan) bulan laporan saya belum di temukan siapa tersangkanya dan kapan akan di tahan, sementara Nasrul hiyad (28) masih berbahagia tanpa ada beban. di luar sana sembari menertawakan kami yang sudah jelas menAtas apa yang di alaminya, Taufik samudra (28) meminta kepada Bapak Kapolres Bima Kota, untuk menegur atau memperhatikan kasus ini. Karena, Polri adalah alat Negara yang mempunyai tanggung jawab pada kami rakyat kecil. Demikian saya pribadi, Taufik Samudra alias Opik, memohon belas kasihan kepada Bapak Kapolres Bima Kota. Agar kiranya kasus saya ini juga mendapatkan kepastian hukum dan di perlakukan dengan adil tanpa adanya perbedaan perlakuan,” harap Taufik kepada Bapak Kapolres Bima Kota.

Terlepas dari itu, Awak media Tribun Sumbawa mencoba menghubungi Kantor Hukum  Aji Mesy selaku  Kuasa Hukum Taufik Samudra (28), sampai berita ini di turunkan, belum di tanggapi.  (TS/IM)

wartawan tribun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Bupati Bima Bersama Gubernur NTB Ikuti Rakor Covid -19

Kam Jul 22 , 2021
Bima, Tribun Sumbawa – Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE bersama Bupati dan Walikota se-NTB pada Kamis ( 22/07/2021) bertempat di Ruang Rapat Graha Bhakti Praja Kantor Pemprov NTB, mengikuti  Rakor Percepatan dan Evaluasi penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid -19) di Provinsi NTB. Dalam Rakor tersebut, Wakil Gubernur […]