Kabupaten Sumbawa Kembali Raih WTP

SUMBAWA BESAR, TRIBUN

Untuk yang ke lima kalinya secara berturut-turut, Pemerintah Kabupaten Sumbawa berhasil meraih penghargaan atas prestasi pelaporan keuangan Tahun Anggaran 2016 yakni Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI. Penghargaan WTP ini diterima Wakil Bupati Sumbawa – H Mahmud Abdullah didampingi Ketua DPRD – L Budi Suryata pada acara penyerahan LHP BPK Perwakilan NTB atas laporan pengelolaan Keuangan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Provinsi NTB, di Gedung BPK Perwakilan NTB pada Rabu (31/5/2017). Hadir pada acara tersebut, Wakil Gubernur NTB H. M Amin SH M.Si,  Ketua BPK RI diwakili Anggota VI BPK RI, Dr. H. Hary Azhar Azis, para Bupati/Walikota dan Pimpinan DPRD Kabupaten/Kota se-NTB.

Kabupaten Sumbawa dinilai berhasil melaksanakan tata kelola keuangan daerah yang transparan dan akuntabel. Beberapa syarat yang telah dicapai Pemerintah Kabupaten Sumbawa untuk memenuhi Opini WTP tersebut, antara lain meliputi Penyusunan Laporan Keuangan sesuai Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP), pengelolaan asset yang tertib dan baik, pengelolaan kas secara transparan, sistem pengendalian intern yang memadai dan penyampaian laporan keuangan kepada BPK RI secara tepat waktu. ‘’Setelah kami melakukan pemeriksaan atas laporan keuangan pemerintah daerah, kami sampaikan apresiasi atas upaya pemerintah kabupaten/kota yang telah menyusun laporan sesuai dengan standar akuntansi pemerintahan dan menyelenggarakan pengendalian internal yang memadai untuk menyusun laporan keuangan imbas dari salah saji material baik yang disebabkan oleh kecurangan maupun kelalaian. Kini tibalah kami menyimpulkan bahwa laporan keuangan pemerintah daerah untuk 10 entitas kabupaten/kota di NTB serta Provinsi NTB Tahun Anggaran 2016, dengan opini WTP,’’ kata Ketua BPK RI diwakili Anggota VI BPK RI, Dr. H. Hary Azhar Azis.

Sementara Ketua DPRD Sumbawa, Lalu Budi Suryata SP menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Ketua Perwakilan BPK RI wilayah NTB bersama seluruh jajarannya yang telah melakukan proses audit atau pemeriksaan terhadap laporan kinerja dan pemerintahan dengan tujuan tertentu. Ia mengaku bersyukur karena semua kabupaten/kota di NTB termasuk Sumbawa pada Tahun Anggaran 2016 kembali meraih WTP. Ini bukti bahwa kabupaten/kota di NTB sudah melakukan proses pengelolaan anggaran sesuai prosedur. “Ini semua berkat kerja keras yang diselaraskan dengan peraturan pengelolaan anggaran berbasis akrual sehingga melahirkan proses penganggaran yang transparan, prosedural dan akuntabel,” ungkap Budi Suryata.

Terkait dengan LHP BPK RI, Budi menyatakan komitmen Pemda Sumbawa untuk melaksanakannya. Semua rekomendasi yang dikeluarkan BPK baik pada tahun berjalan maupun tahun sebelumnya akan menjadi perhatian Pemda dan secara konsisten menuntaskannya. “Insya Allah menjadi PR dan tugas tanggung jawab kami untuk memastikan pengelolaan anggaran yang akuntabel dan transparan dalam rangka peningkatakan kesejahteraan rakyat,” demikian Budi.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur NTB H. Muh. Amin, SH., M.Si mengajak jajaran pemerintah dan masyarakat Kabupaten/Kota se-NTB untuk menjadikan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) sebagai motivasi untuk terus bekerja keras memajukan pembangunan daerah dan kesejahteraan rakyat. Wagub juga mengajak agar menjadikan momentum tersebut untuk senantiasa meningkatkan pencapaian yang terbaik kepada bangsa, negara dan khususnya kepada Provinsi Nusa Tenggara Barat, daerah dan rakyat. Diharapkan Pemerintah Kabupaten dan Kota dapat menggunakan Predikat WTP itu sebagai pemacu untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menekan angka kemiskinan. Bahkan Wagub menghimbau kepada seluruh entitas di Provinsi NTB, untuk segera menindaklanjuti rekomendasi BPK sampai batas waktu yang telah ditentukan oleh undang-undang agar tidak berdampak kepada persoalan hukum di kemudian hari. ‘’Predikat WTP tidak memiliki arti apabila tingkat kemiskinan, kesenjangan dan ketimpangan di daerah kita masih tinggi,’’ pungkasnya. (TS/002)

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Bulog Sumbawa Siap Salurkan 500 Ton Gula GSP

Jum Jun 2 , 2017
SUMBAWABESAR,TRIBUN Guna mengsuskeskan Geraka Stabiltas Pangan (GSP) tahun 2017, Bulog Sub Driveri Sumbawa akan melakukan penjualan gula baik secara eceran maupun  grosir kepada masyarakat, sehingga kebutahan akan gula dapat terpenuhi dengan harga Rp 12.500 per kilo. Demikian dikatakan, Kepala Bolug Sub Drive Sumbawa Drs Lalu Tawang kepada Media ini Rabu […]