Ikuti SoMM SPS, Tribun Sumbawa Bertolak ke Negeri Jiran

KUALALUMPUR, TRIBUN — Sekitar belasan perusahaan media yang ada di Indonesia umumnya dan di Kabupaten Sumbawa-Nusa Tenggara Barat (NTB) khususnya, hanya Harian Umum Tribun Sumbawa yang turut dilibatkan secara langsung mengikuti Scool of Media Manajemen (SoMM) di Kuala Lumpur- Malaysia (Berjuluk Negeri Jiran).

Untuk diketahui, selain perusahaan media dalam giat yang diselenggarakan oleh Serikat Perusahaan Pers (SPS) ini, hadir pula beberapa manajemen Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Adapun total rombongan yang mengikuti kegiatan tersebut berjumlah 35 orang.

Pimpinan Harian Umum Tribun Sumbawa, Jamhur Husain, BSc yang juga salah satu peserta dari kegiatan tersebut, menyatakan bahwa kegiatan yang terselenggara ini merupakan giat yang sangat luar biasa dan positif. Selain menimba ilmu, perusahaan media maupun BUMN dapat memperluas wawasan dalam mengelola manajemen perusahaannya.

“Luar biasa, kegiatan ini sangat positif. Karena banyak hal yang bisa dipetik untuk diterapkan, terutama dalam hal manajemen perusahaan,” ujar Jamhur Husain kepada TRIBUN, kebetulan sedang berkunjung di Kota Mataram, Ahad (23/07/17).

Pria yang juga karib disapa JH ini memaparkan, bahwa adapun agenda yang diikuti selama giat berlangsung yaitu meliputi dengan tema Tren Industri Periklanan di Malaysia, kemudian Sharing Session The Power of Print Media from Indonesia Advertisers. Selanjutnya Sharing Session The Power of Print Media from Malaysian Advertisers.

Tak hanya itu, kemudian para rombongan menuju New Stars Times, dengan agenda bertemakan Success Story Bisnis Media Cetak dari New Strairs. Kemudian lanjut lagi menuju The Star, dengan agenda Success Story Bisnis Media Cetak dari The Star. Meski kegiatan hanya berlangsung selama dua hari yakni terhitung dari tanggal 19-20/07/17, namun banyak hal yang bisa dipelajari untuk diserap sekaligus diterapkan pada perusahaan.

Lebih lanjut dijabarkan sambung JH – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sumbawa, kegiatan ini terlaksana bukan hanya sekedar pamer/gengsi semata. Namun berkaca pada realita perbandingan antara Malaysia dan Indonesia terutama perjalanan perusahaan yang bergerak dibidang media cetak, sangat jauh berbeda 180 derajat. Di Malaysia sebutnya, perusahaan media terutama ‘cetak’ begitu hidup dan sangat dikedepankan dalam penyajian informasi untuk masyarakat. Sedangkan di Indonesia sendiri lanjutnya, berbeda media ‘online’ lebih hidup.

“Sangat berbeda dan berbanding terbalik hidupnya perusahaan media cetak di Malaysia dengan Indonesia. Untuk itulah, melalui kegiatan ini kami (media cetak) mendapat berbagai ilmu serta pencerahan bagaimana untuk bisa survive (Bertahan, Red) karena media online begitu menjamur tak hanya di NTB tapi juga hampir merata ditanah air,” jelas JH.

Adapun pointer penting yang bisa diserap dalam kegiatan tersebut lebih jauh diungkapkan Pemred Haria Tribun Sumbawa ini, yaitu jika ingin survive perusahaan media cetak diharuskan meluaskan jaringan, komunikasi, relasi dan sebagainya. Sebab, hal tersebut adalah salah satu cara menghidupkan peran perusahaan media cetak untuk bertahan.

“Jadi kita harus kuat dan selaras dalam hubungan serta pendekatan seperti point-point tadi (komunikasi, jaringan dan relasi). Terutama berkaitan dengan pemerintah dan non pemerintahan. Intinya kita harus berimbang, transparan dan fleksibel,” demikian Jamhur Husain. (zen)

zen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Ketum GPII Minta Jokowi Kudu Lebih Agresif Bela Palestina!

Ming Jul 23 , 2017
JAKARTA, TRIBUN — Marak beredarnya dokumentasi melalui jejaring sosial media (Sosmed) antara Israel dan Palestina. Dimana Israel kembali menunjukkan kekejamannya pada Palestina belakangan ini. Adapun hal yang dilakukan yakni pelarangan ibadah di masjid Al-Aqsha dan kekerasan terhadap warga sipil. Bahkan tak tanggung, beberapa dokumentasi viral melalui sosmed menggambarkan bagiamana […]