Hiu Paus Akan Didorong Bersama Ajang Super Bike

Sumbawa Besar, tribun-sumbawa.com – Destinasi wisata Hiu Paus, akan didorong memanfaatkan momentum Super Bike dan Moto Gp di Sirkuit Mandalika. Sebab, wisata hiu paus bernilai wisata internasional dan hanya dapat ditemukan dibeberapa lokasi di Indonesia.

“Kita punya objek wisata yang berkelas inernasional yang layak dijual. Sebelumnya kan ada Pulau Moyo, sekarang ditambah dengan objek hiu paus. Itu yang akan kita dorong sekarang. Kalau di pulau Lombok ada mandalika dengan Moto GP dan Super Bike, kita punya hiu paus. Jadi kedepan kita harapkan, wisatawan yang berkunjung ke Mandalika bisa datang untuk melihat Hiu Paus,” kata Kepala Disporapar, melalui Kabid Destinasi Wisata, Muhammad Jufri, di ruang kerjanya Rabu (19/05).

Diungkapkan, Disporapar akan berkonsentrasi untuk mempromosikan dan membenahi sarana di destinasi hiu paus. “Kita ingin konsen kesitu dulu untuk sementara. Bagaimana kita bisa menarik wisatawan sebanyak-banyaknya ke Hiu Paus. Karena Hiu Paus ini jarang. Kedepan kita berupaya untuk melengkapi fasilitas untuk menunjang destinasi hiu paus,” ucapnya.

Ia berharap, pengelolaan destinasi wisata hiu paus mendapatkan perhatian dari Kementerian Pariwisata untuk membenahi sarana penunjang. Sebab pengelolaan destinasi wisata hiu paus, untuk sementara masih mengandalkan sarana tradisional yang dimiliki oleh masyarakat setempat dan sekitarnya.

“Sekarang ini kan pengelolaannya masih secara tradisional. Mudah-mudahan kita bisa dibantu oleh kementerian pariwisata untuk bisa dibantu dengan sarana dan prasarana yang lebih modern, dan kita bisa mengakses hiu paus dengan lebih mudah.

Disebutkan, hiu paus dapat ditemukan dibeberapa titik di Indonesia. Namun keberadaan hiu paus dalam jumlah banyak antara lain hanya ditemukan di sekitar perairan Teluk Saleh dan perairan Raja Ampat.

Dikatakan, untuk mendorong daya jual, Disporapar Kabupaten Sumbawa telah membentuk komunitas yang bergerak dibidang kepariwisataan. Dengan tujuan dapat melakukan promosi wisata, selain promosi yang dilakukan langsung oleh Disporapar.

“Kita punya beberapa asosiasi yang bergerak dibidan pariwisata, kita sudah bentuk GPI, HPI, Asita. Nah melalui jaringan-jaringan mereka kita harapkan dapat menjual Hiu Paus dan wisata lainnya. disamping kita sendiri juga bergerak melalui bidang pemasaran,” katanya.

Diakui, kunjungan wisatawan, khususnya wisatawan asing ke kabupaten sumbawa mengalami penurunan signifikan selama pandemic covid-19. “Intensitas kunjungan wisatawan asing menurun drastic selama pandemic covid-19. Tapi promosi wisata tetap kami lakukan, karena promosi tidak boleh berhenti,” katanya. (Ts/011)

wartawan tribun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Kegiatan dan Lalu Lintas Hasil Hutan Menurun Sejak Moratorium

Kam Mei 20 , 2021
Sumbawa Besar, tribun-sumbawa.com – Sejak diberlakukan moratorium penebangan dan lalu lintas kayu dan hasil hutan oleh Gubernur NTB, aktivitas penebangan dan lalu lintas hasil hutan menurun drastic. Meski demikian, pengamanan titik yang dipandang rawan, tetap dilakukan secara intensive oleh KPHP di Kabupaten Sumbawa. “Sejak moratorium, kegiatan dan lalu lintas hasil […]