FKUB KSB Menginisiasi Pertemuan Akademisi dan Ulama “Bahas Masalah Kebhinekaan”

SUMBAWA BARAT, TRIBUN
        Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sumbawa Barat, telah menginisiasi pertemuan ulama dan akademisi di dalam sebuah seminar bertajuk ‘Merajut Kebhinekaan dan Merawat NKRI’, yang diselenggarakan di ibu kota Taliwang, 18 hingga 19 April lalu.
          Inisiasi ini sengaja dilaksanakan guna berkontribusi langsung dalam menciptakan kedamaian dan solidaritas antara warga negara yang bebas konflik Suku Ras dan Agama (SARA), berita bohong Hoax, provokasi yang menyebabkan konflik politik serta anti ke bhinekaan.
          “Kita harap ulama dan akademisi bisa menyatukan sikap dan pendapat dalam mendukung keamanan dan penguatan NKRI ditengah masalah kebangsaan dewasa ini. Peserta kita datangkan dari berbagai latar belakang, baik LSM, Jurnalis, tokoh muda, aktifis perempuan dan lain lain,” kata, ketua FKUB, Tuan Guru, Burhanuddin, dalam siaran persnya, di Taliwang.
          Seminar dua hari itu, kata Burhanuddin seperti simulasi sederhana bagaimana gagasan dan ide ide dalam merawat negara dalam bingkai kebersamaan. Peserta di harapkan memiliki gambaran dan berdiskusi masalah utama yang mendasari konflik sara, politik dan masalah sosial di sekeliling kita. Setelah itu, peserta juga diharapkan memberikan solusi dari persoaln serta pokok pokok yang telah didiskusikan dalam seminar tadi. “Intinya kita ingin membangun kepekaan serta empati terjadap persoalan yang dihadapi bangsa secara bersama sama,” akunya.
          Sementara itu, sejumlah nara sumber hadir dalam seminar tadi.  Antara lain, Pakar hukum serta pengamat konflik sosial NTB yang juga Wakil Rektor Universitas Mataram, Prof. DR. Muhammad Nasir, ulama Sumbawa Barat, KH.Zulkifli Daud, Wakil Dekan Universitas Cordova, M.Imran, SH.MH serta Dosen ilmu sosial politik Universitas Sumbawa (Unsa), Iwan Harianto, SH.
          Sejumlah nara sumber tadi mengangkat isu strategis masalah politik, sosial dan keamanan didalam negeri. Fenomena menyimpang serta dampak dari konflik yang terjadi. Prof Muhammad Nasir misalnya, menilai terjadi fenomena ketidak peduliaan warga negara terhadap masalah besar yang dihadapi bangsa saat ini.
          Kecenderung hedonis dan kurang memiliki kepekaan dan solidaritas yang tinggi. Ini disebabkan, menurutnya karena ketidak adilan, ketidak pastian hukum dan konflik elit. “Masalah ini sulit diselesaikan sebab negara belum memiliki skema penanggulangan dan pencegahan yang terencana dan terpadu,” ujar Prof. M, Nasir.
           Di sisi lain menurut Moderator Seminar Kamaruddin, SH menjelaskan garis besar kesimpulan seminar tersebut,  “Peserta yang terlibat bisa menjadi pencerah dalam masyarakat tentang pentingnya peningkatan kuwalitas demokrasi yang cerdas. Sehingga dapat menjadi agen yang terus memberikan pendidikan politik sehat, santun dan bermartabat serta mengajak masyarakat untuk menolak moneypolitik, “ungkapnya.
        Dalam pesta demokrasi Mengajak masyarakat untuk memilih calon legislatif yang memiliki kompetensi secara SDM keimanan dan karakter yang kuat serta menjadi panutan dalam masyarakat karena wakil-wakil pilihan rakyat sangat menentukan kuwalitas demokrasi di indonesi.
        “Peran bersama untuk menjaga kerukunan dan keberakaman NKRI melalui semangat saling menghargai, menghormati serta menjunjung tinggi sikap toleransi yang diaplikasikan melalui momentum  penyelenggaraaan pilkada yang aman dan damai untuk memperkuat ketahanan nasional/NKRI, “tutup Kamaruddin.
          Sementara, setidaknya 30 orang peserta menghadiri seminar yang diselenggarakan FKUB tersebut. Mereka berasal dari Kabupaten Sumbawa Barat dan Kabupaten Sumbawa besar. Peserta nampak antusias dan berdiskusi menyerap pemaparan para nara sumber tadi.(ts/budi)
Posted in KSB

wartawan tribun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Mengisi Kekosongan Sekdes, Muhammad Ikhsan Harap Aparatur Bekerja IJS

Sen Apr 23 , 2018
SUMBAWA BARAT, TRIBUN         Proses Seleksi pemilihan Sekretaris Desa (Sekdes) Desa Dasan Anyar Kecamatan Jereweh, belum lama ini melaksanakan pengukuhan dan sumpah janji di hadapan Kepala Desa, Ketua BPD,  Tokoh Agama,  Tokoh Masyarakat. Pemilihan ini untuk memenuhi kekosongan sekretaris desa.         Dalam pelaksanaannya Badan Permusawaran […]