Eksekusi Lahan di Kawasan Samota Berhasil Terlaksana

Sumbawa Besar, tribun-sumbawa.com – Lahan seluas 50 hektar di kawasan Samota – Sumbawa, berhasil dieksekusi oleh Pengadilan Negeri Sumbawa pada Selasa (20/9). Selama ini, lahan tersebut dikuasai Fenco Cornelius Widjaya. Namun kini lahan itu berhasil didapatkan kembali oleh Herdiyanto, yang merupakan pemilik sekaligus penerima kuasa dari Sangka Suci ahli waris Gde Bajre, melalui putusan Kasasi Mahkamah Agung (MA).

Proses eksekusi ini sempat mendapat perlawanan dari pihak Fenco dan pengacaranya – Imam Wahyuddin SH MH, termasuk sejumlah massa yang hadir. Mereka meminta Panitera PN Sumbawa – Lukas Genakama SH agar tidak membacakan putusan maupun melaksanakan eksekusi. Karena dinilai lahan yang dieksekusi itu bukan objek yang tertera dalam putusan kasasi.

Hingga tidak berlangsung lama, pembacaan putusan dapat dilakukan dan akhirnya eksekusi berhasil terlaksana. Apalagi, kegiatan itu mendapat pengawalan ketat dari anggota Polres Sumbawa, yang dipimpin Wakapolres – Kompol Raples P Girsang. Dibackup pula oleh anggota TNI dari Kodim 1607 Sumbawa.

Dalam eksekusi lahan yang diatasnya terdapat beberapa bangunan, Herdiyanto yang diwakili Kuasa Hukumnya – Dr Umaiyah SH MH mengerahkan alat berat untuk merobohkan bangunan tersebut. Meskipun hal tersebut juga sempat mendapat perlawanan dari sekelompok massa yang menghalangi excavator untuk bekerja. “Kami mengucapkan terimakasih kepada Ketua Pengadilan Negeri Sumbawa, kepada panitera beserta seluruh jajaran. Terlebih terimakasih kepada pihak kepolisian yang telah mengawal dalam proses penegakan hukum ini,” kata Herdiyanto, yang ditemui usai eksekusi lahan.

Ia mengaku bersyukur bisa memenangkan perkara tersebut, meskipun harus dijalani selama empat tahun lamanya, tentunya dengan bukti-bukti yang dimiliki. Selain lahan 50 hektar tersebut, menurutnya masih ada lagi tanah keluarga Sangka Suci dan Gde Bajre di Samota yang dikuasai pihak lain. Untuk itu, Ia mengaku lebih memilih langkah hukum untuk menyelesaikannya.

Sementara, Dr Umaiyah SH MH selaku kuasa hukumnya menyatakan, pengadilan melaksanakan penetapan kasasi sebagaimana yang telah dimuat dalam putusan sesuai hasil pemeriksaan setempat. “Itu wajib dalam hukum kalau kita berperkara ada pemeriksa setempat. Makanya aneh saja kalau ada protes, maka silahkan lakukan perlawanan. Jadi apa yanv dilakukan panitera pengadilan sudah benar,” ujarnya.

Setelah eksekusi ini, Umaiyah menegaskan kalau kliennya sebagai pemilik sah atas lahan seluas 50 hektar tersebut, sesuai berita acara penyerahan dari pengadilan. Sehingga ketika ada pihak lain yang masuk dan menyuruh masuk lahan tersebut, maka itu sudah menjadi ranah pidana. “Kalau ada yang masuk, tinggal kita bawa ke polisi, baik yang masuk maupun yang menyuruh,” tandasnya. (TS)

002

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Hari Ini Puspaga Samawa, Secara Resmi di Launching Bupati Sumbawa

Rab Sep 21 , 2022
Sumbawa Besar,tribun-sumbawa.com Bupati Sumbawa yang diwakli Asisten 1 Setda Sumbawa Varian Bintoro.S.Sos.M.Si Lauching  Pusat Pembelajaran Keluarga Samawa  (Puspaga) Samawa bertempat di Kantor UPT KBPPPA Kecamatan Sumbawa Rabu (21/9/2022). Dihadiri pejabat yang mewakili  Kapolres Sumbawa. Dandim 1607 Sumbawa, Ketua Pengadial Agama, Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa serta Kepala OPD terkait dan lembaga […]