DPD PPNI Kabupaten Sumbawa Gelar Pelatihan Basic Trauma Cardio Life Support Bagi Perawat

Sumbawa Besar, tribun-sumbawa.com – Ketua DPD PPNI Kabupaten Sumbawa H. Hermansyah, S.Kep Ns., MPH dalam sambutannya pada acara Pelatihan Basic Trauma Cardio Life Support (BTCLS) yang berlangsung di Hotel Grand Sumbawa diikuti sebanyak 43 peserta yang berlangsung dari tanggal 22-26 September 2021.

Ketua DPD PPNI Kabupaten Sumbawa, mengatakan bahwa, di era Akreditasi saat ini, baik itu Akreditasi terhadap Fasilitas pelayanan tingkat pertama (FKTP) dan Rumah sakit, tenaga medis dan tenaga kesehatan di tuntut untuk selalu meningkatkan kapasitas dan kompetensinya agar mampu memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.

‘’ Perawat sebagai tenaga kesehatan paling banyak di Pelayanan kesehatan harus mampu memberikan pelayanan terbaik di setiap situasi, oleh karena itu wajib bagi perawat yang bekerja di pelayanan kesehatan mempunyai kompetensi dalam penanganan pasien kegawatdaruratan yang dibuktikan dengan sertifikat pernah mengikuti pelatihan Basic Trauma Cardiac life Support (BTCLS) yang merupakan kompetensi dasar bagi perawat,’’ tegas H Herman Sapaan akrabnya.

Menurut H Herman, BTCLS merupakan salah satu pelatihan dasar bagi perawat dalam menangani masalah kegawatdaruratan akibat trauma dan gangguan kardiovaskuler. Penanganan masalah tersebut ditujukan untuk memberikan bantuan hidup dasar sehingga dapat menyelamatkan nyawa dan meminimalisir kerusakan organ serta kecacatan penderita.

BTCLS ini,  bertujuan untuk memberikan pertolongan pada korban bencana atau gawat darurat guna mencegah kematian atau kerusakan organ sehingga produktivitasnya dapat dipertahankan setara sebelum terjadinya bencana atau peristiwa gawat darurat yang terjadi. Seperti  Kecelakaan atau bencana alam dapat terjadi dimana saja dan kapan saja, seperti halnya kecelakaan lalu lintas, kecelakaan rumah tangga, kecelakaan kerja, dan sebagainya. Perawat sebagai lini terdepan dalam pelayanan gawat darurat harus mampu menangani masalah yang diakibatkan kecelakaan dengan cepat dan tepat, dengan pendekatan asuhan keperawatan yang mencakup aspek bio-psiko-sosio-kultural dan spiritual. Oleh karena itu perawat dituntut untuk memiliki kompetensi dalam menangani masalah kegawatdaruratan akibat trauma dan gangguan kardiovaskuler. Salah satu upaya dalam peningkatan kompetensi tersebut dilakukan melalui pelatihan.

Selanjutnya dikatan, bahwa berdasarkan UU RI No. 38 Tahun 2014 Tentang Keperawatan, pasal 35 yang menyatakan bahwa dalam keadaan darurat, perawat dapat melakukan tindakan medis dan pemberian obat sesuai dengan kompetensinya. Perawat wajib mengikuti pelatihan BTCLS untuk meningkatkan profesionalitas dalam memberikan pelayanan terbaik. ‘’ Pengetahuan dan skill yang berhubungan dengan BTCLS adalah salah satu prasyarat yang harus dimiliki oleh seorang perawat, baik yang bekerja di pelayanan kesehatan,’’ tegas H Herman seraya menambahkan Kondisi tersebut di atas, mendorong  organisasi Profesi Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) DPD PPNI Kab. Sumbawa kerasama dengan  Himpunan Perawat Gawat darurat dan Bencana Indonesia wilayah NTB HIPGABI untuk menyelenggarakan pelatihan BTCLS.(TS/001)

002

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Antisipasi Bencana Banjir, BPBD-ADRA Adakan Lokakarya Kontigensi

Kam Sep 30 , 2021
Bima, Tribun Sumbawa – Intensitas ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir yang makin meningkat di Kabupaten Bima memerlukan upaya penanganan secara sistematis dan berkelanjutan. salah satu langkah yang dilakukan di Kabupaten Bima adalah menyusun dokumen rencana kontigensi bencana banjir yang melibatkan melibatkan fasilitator nasional yang bekerja untuk BNPB Bersama dengan tim […]