DKP KSB Inisiasi Pelestarian Pohon Mangrove

Gerakan Menanam Pohon Mangrove Di Pesisir Pantai Jelenga
SUMBAWA BARAT, TRIBUN
         Dinas Kelautan dan Prikanan (DKP) Kabupaten Sumbawa Barat, terus berupaya melaksanakan program pelestarian tumbuhan jenis Mangrove (Pohon Bakau) di beberapa wilayah pesisir. “Saat ini dinas memfokuskan penanaman tanaman mangrove di wilayah Pantai Jelenga dengan jumlah pohon 2.750 di areal sepanjang pesisir barat pantai, “ungkap Kepala Bidang Pengelolahan Sumberdaya Pesisir (PSP)  Agusman, S.Pt
        Lanjut Daeng Agus akrab di sapa, Dalam rangka pemulihan ekosistem pantai Jelenga, Dinas bersama Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) “Batu Layar” melakukan penanaman bersama secara gotong royong diikuti oleh unsur Desa, Toma, Pemuda, dan Lembaga RipEd KSB yang dimotori oleh bidang sumberdaya kelautan perikanan DKP KSB, “bebernya.
        Penaman Mangrove di laksanakan pada hari Minggu 12 Agustus 2018 hingga tiga hari kedepan dengan otal pengadaan bibit mangrove 2750 pohon. Dalam kegiatan ini DKP menyediakan bibit yang diserahkan kepada kelompok Pokmaswas Batu layar desa Beru jelengah Kecamatan Jereweh.
         “Penanaman mangrove ini kita upayakan untuk memulihkan ekosistem mangrove di Pantai Jelenga sehingga berbagai biota laut dapat tumbuh dan berkembang secara baik, Selain itu, manfaat yang penting juga dari kegiatan ini diharapkan ke depan, mangrove yang ditanami masyarakat ini dapat melindungi pantai dari bahaya abrasi yang diakibatkan oleh angin dan hempasan ombak” tambah Agusman.
         Sementara itu, Ketua Pokmaswas “Batu Layar” Baharuddin Harry mengatakan bahwa pihaknya sangat berterima kasih atas kepedulian Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sumbawa Barat yang telah menyediakan bibit dan prasarana untuk kegiatan penanaman mangrove ini. Pokmaswas berharap kegiatan ini dapat dilakukan secara rutin sehingga ekosistem mangrove dapat diperbaiki kembali.
         “Kami menyampaikan terima kasih kepada DKP yang telah membantu kami dengan bibit mangrove, sehingga kami dapat melakukan kegiatan yang baik ini untuk keselamatan pantai dari abrasi.” Ungkap Baharuddin.
       Lembaga Riset dan Pengembangan Desa (RiPED) Muhammad Rizal, S.Sos, MAP, menyarankan agar upaya perlindungan kawasan pesisir ini terus dikampanyekan sehingga partisipasi masyarakat dalam memperbaiki kualitas lingkungan pesisir dapat terus ditingkatkan.
         “Melindungi pantai dan ekosistemnya adalah tanggung jawab kita bersama, sehingga pola gotong-royong dalam kegiatan rehabilitasi hutan mangrove harus terus kita kembangkan ke depan.” Demikian harapan Rizal.
         Dinas Kelautan dan Perikanan telah menyediakan ribuan bibit mangrove jenis Rhizophora untuk ditanami di blok Poto Bako Kawasan Pantai Jelenga. Selain itu, sebelumnya Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sumbawa Barat juga telah meletakkan beberapa reefball di beberapa titik di Teluk Jelenga guna pengembangan berbagai jenis terumbu karang di kawasan laut tersebut.
           “Dinas menghimbau masyarakat pesisir KSB untuk tetap menjaga tanaman mangrove (pohon bakau) dari gangguan oknum yang tidak bertanggung jawab, karna dibebreapa tempat ada kebiasaan kayu bakau dijadikan bahan bakar untuk rmh tangga (dipesisir) dan juga dijadikan bahan pelengkap bangunan rumah tinggal,”tutup Daeng Agus. (ts/budi)
Posted in KSB

wartawan tribun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Kadis Dikbudpar Dompu, Pokdarwis Perlu Terus Didukung dan Dibina Sebagai Penggerak Pariwisata

Rab Agu 15 , 2018
DOMPU,TRIBUN Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) memiliki keperdulian dan tanggung jawab serta berperan sebagai penggerak dalam mendukung terciptanya iklim kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya kepariwisataan serta terwujudnya Sapta Pesona dalam meningkatkan pembangunan daerah melalui kepariwisataan dan manfaatkannya bagi kesejahteraan masyarakat sekitar. Demikian disampaikan Kepala Dinas (Kadis) Kebudayaan dan Pariwisata (Dikbudpar) Kabupaten […]