Diindikasi Sebagai Tempat Prostitusi, Warga Segel Motel 9

Kota Bima, Tribun-sumbawa.com – Ketua RT (Rukun Tetangga) bersama warga Sarata Kelurahan Paruga Kecamatan Rasanae Barat Kota Bima, mengambil tindakan tegas berupa penyegelan terhadap Motel 9 (Nine). Motel tersebut berlokasi di wilayah Kelurahan Paruga Kecamatan Rasanae Barat Kota Bima,Minggu (16/8/2020) pukul 16.00 wita.

Ketua RT Jufrin Kasim mengungkapkan, motel tersebut diduga dijadikan sebagai tempat mesum yang kerap dilakukan muda-mudi yang belum terikat hubungan suami istri. Sebelumnya Motel 9 (Nine) sering dilakukan penggrebekan dari pihak kepolisian, serta sering didapatkan pasangan yang tidak memiliki hubungan suami istri. Namun pihak pengelola motel, tidak pernah mengindahkan teguran yang dilakukan oleh pihak kepolisian serta warga. Justru tetap menerima pasanga yang sudah dipastikan tidak terikat hubungan suami istri.

“Terkait dengan penyegelan motel 9(nine) itu kita indikasikan sebagai tempat prostitusi. Karna sudah beberapa kali motel tersebut sering digrebek, tetapi masih saja ada dalam kamar pasangan yang tidak memiliki hubungan suami istri. Berarti pihak motel ini tidak pernah merespon apa yang dilakukan oleh pihak kepolisian serta kami warga yang berdomisili sekitar motel tersebut,” tekan ketua RT yang biasa disapa pino.

Ketua Gabungan Pemuda/Pemudi Sarata (Gappesa) Israt Mandira S.H menyampaikan, penyegelan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua RT 19 Kelurahan Paruga.Warga Sarata serta didampingi Babinsa Kelurahan Paruga sebagai pengamanan,Penyegelan itu dilakukan dengan cara digembok.

“Terhadap motel yang disegel akan terus dipantau,Jika masih beroperasi maka akan ditindak sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Untuk itu kami mohon kerjasama pihak terkait untuk melapor,” himbaunya.

Untuk saat ini, Ketua Rukun Tetangga (RT) bersama warga tidak bisa memastikan kapan penyegelan motel 9 (Nine) tersebut akan kembali dibuka.Jangan sampai setelah kembali dibukanya motel tersebut,akan kembali terindikasi sebagai tempat prostitusi.
“Untuk penyegelan motel tersebut kami tidak bisa memastikan kapan waktu dibukanya kembali,jangan sampai ketika dibukanya kembali.Pihak dari motel masih menyediakan kamar sebagai tempat prostitusi,” tutup ketua Gappesa. (Ts/Im)

wartawan tribun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Dandim 1607/Sumbawa Hadiri Apel Kehormatan dan Renungan Suci

Sen Agu 17 , 2020
Sumbawa Besar, Tribun-sumbawa.com – Komandan Kodim 1607/Sumbawa Letnan Kolonel Kav Rudi Kurniawan, S.Sos, M.Tr (Han) menghadiri Apel Kehormatan dan Renungan Suci dalam rangka peringatan HUT Kemerdekaan RI Ke- 75 tahun 2020, bertempat di Taman Makam Pahlawan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa Minggu malam (16/8). Kegiatan dihadiri oleh Bupati Sumbawa Drs. H. Husni […]