Desa Digital Dan Urgensinya

Oleh : H Rosiham M Nurdin – Batu Malang Jatim

Program desa digital yang dicananfkan oleh banyak pemerintah desa sebenarnya adalah program yang sangat baik bahkan mendesak untuk diwujudkan. Hal ini dilakukan untuk menjawab tuntutan zaman.Dengan digitasisasi desa,maka dapat dikatakan bahwa dunia seperti dalam genggaman dan dunia seperti diujung jari. Bagaimana tidak dengan bermodal sebuah HP saja, kita dapat menghubungkan diri dengan dunia luar dalam hitungan detik .informasi apapun yang kita butuhkan tinggal sentuh dengan ujung jari maka semuanya kita dapatkan. Begitu hebatnya peran dunia digital dalam kehidupan kita.

Akibat dari itu maka banyaklah bermunculan program digital dalam berbagai bentuk .salah satunya muncul yang mananya DESA DIGITAL.Niat awalnya adalah bahwa semua kegiatan yang dahulunya dikerjakan secara manual, dapat diubah menjadi GO DIGITAL.pemerintah desa dapat dengan mudah memberikan informasi program kepada masyarakat dan masyarakat dengan mudah mendapatkan infornasi secara cepat tentang program desa.baik itu program pembangunan,pembinaan ,maupun pemberdayaan. Sehingga dengan desa digital percepatan peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat tercapai.

Pertanyaannya,apakah dengan adanya desa digital yang telah menggunakan anggaran yang cukup besar itu telah berjalan sesuai dengan harapan? Mari kita perhatikan progresnya. Kebanyak program desa digital itu dibentuk hanya untuk mengikuti trend yang ada, kelihatannya kurang canggih dan ketinggalan zaman jika tidak membuat progam desa digital,sementara arah kebijakan dari program tersebut seperti apa,tidak pernah dibuat secara serius.

Kita tahu desa digital bukan hanya sekedar untuk ruang ngeshare informasi tetapi lebih dari itu, untuk memberi ruang yang representif dan cepat bagi semua pelaku usaha UMKM desa dalam membangun akses dan melakukan kegiatan ekonomi bagi masyarakat desa.

Selain itu, SDM yang menangani program desa digital tidak dibekali dengan pelatihan yang memadai dalam nengelola konten dari desa digital. Yang penting mereka itu paham komputer dan internet dianggap sudah cukup.padahal itu baru pada keterampilan teknik operasional belum menyetuh substansi maksud dan tujuan dicanangkan desa digital.

Bagaimana sebaiknya mengelola desa digital?
Ada manajemen SMART yang sering digunakan untuk mengelola sebuah kegiatan. SMART adalah singkatan dari:
1.Specifik bahwa kegiatan yang kita buat itu harus mampu kita jelaskan tujuan dan sasarannya secara khusus dan fokus agar arah kebijakkan yang diambil menjadi jelas
2.Measurable bahwa kegiatan yang dibuat itu terukur, artinya disesuikan dengan skala yang ingin kita buat serta jelas tahapannya.
3.Realiatis, bahwa kegiatan tersebut dibuat dengan pertimbangan matang dan masuk akal untuk dikerjakan karena semua potensi sudah siap.
4.Relevant bahwa kegiatan tersebut memang sesuai dengan visi,misi pemerintah desa serta kebutuhan masyarakat
5.Time bound goals bahwa kegiatan tersebut harus ada target waktunya. Misalnya, dalam waktu tiga tahu, semua pelaku usaha di lingkungan desa sudah tercover secara akurat dalam program desa digital sehingga dapat dilibatkan dalam kegiatan pelatihan,pameran,bantuan modal usaha dan promosi usaha.
Tanpa ada perencanaan yang matang seperti itu.maka digitasisasu desa tidak lebih dari tempat untuk bermain game bagi pegawainya. Semoga sukses.

002

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

KONI Sumbawa Harap Cabor Voli Bisa Pertahankan Emas di Porprov

Kam Okt 7 , 2021
Sumbawa Besar, tribun-sumbawa.com – Terdapat puluhan regu bola voli putra maupun putri dari sejumlah Kecamatan di Kabupaten Sumbawa mengikuti Seleksi Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) tahun 2021. Dalam kesempatan tersebut, Cabor Voli diharapkan dapat mempertahankan medali emas di Porprov 2022 mendatang. Pada pembukaan Porkab Bola Voli yang terlaksana Rabu (6/10), Ketua […]