Bawaslu Sumbawa Usul Tambahan Rp 1 Milliar Lebih

Sumbawa Besar, Tribun-sumbawa.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sumbawa telah melakukan penyesuaian tambahan anggaran menjelang Pilkada 9 Desember mendatang. Dan telah disampaikan ke Pemda Sumbawa Rp 1 milliar lebih, baik untuk operasional dan honor serta APD Personel.

“Sejak digulirkan pilkada 9 Desember, memang beberapa hal yang perlu disesuaikan termasuk tambahan anggaran. Kami memahami kondisi keuangan daerah agak kesulitan, karena banyak anggaran terserap untuk Covid-19,” kata Lukman Hakim, Kordiv Organisasi dan SDM Bawaslu Kabupaten Sumbawa, di ruang kerjanya, Senin (08/06).

Dijelaskan, Bawaslu Kabupaten Sumbawa memahami kondisi finansial daerah yang terkonsentrasi untuk penanganan, pencegahan dan antisipasi Covid-19. Namun disisi lain proses demokrasi musti berjalan, agar seluruh agenda dapat berjalan bersama-sama.

“Kami juga memahami. Pemilu juga sangat penting. Proses demokratisasi dalam proses kepemimpinan juga harus tetap jalan, bergulir,” ucapnya.

Diungkapkan, usulan tambahan Rp 1 Milliar lebih dengan rician sekiar Rp 500 juta untuk honorarium dan operasional. Sebab, pelaksanaan Pilkada 9 Desember mendatang diperkirakan akan terdapat 50 penambahan TPS.

“kami ada devisit anggaran sekitar Rp 1 Milliar lebih.Rp 500 juta untuk tambahan honor untuk penambahan TPS 50 tambahan, dari 856 menjadi 911 TPS. Sehingga operasional, honor, harus diiisi, itu konsekwensinya,” ujarnya, juga mengatakan, Bawaslu telah melakukan rasionalisasi. Seperti Rakor, perjalanan dinas, kegiatan tatap muka, sehingga diperoleh angka devisit Rp 500 juta.

APD Berbentuk Barang

Sedangkan Rp 500 juta lebih dari Rp 1 Milliar lebih yang diusulkan, untuk APD personel Bawaslu hingga tingkat bawah. “Selebihnya menyangkut APd, untuk antisipsi mewabahnya covid-19. Sehingga kita juga harus melindungi perangkat kami yang ada hingga tingkat TPS. Karena berhubungan lansung dengan orang banyak. Itu sekitar Rp 500-an juta setelah kami hitung dana yang dibutuhkan untuk APD,” jelasnya.

Dikatakan, untuk APD Bawaslu berharap dapat menerima dalam bentuk barang. Sebab, bila dalam bentuk anggaran, akan mengalami kesulitan dalam pengadaan mengingat rentang waktu pelaksanaan Pilkada 9 Desember.

“Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sumbawa, telah mengusulkan kepada Pemda Sumbawa agar Alat Pelindung Diri (APD) untuk personel hingga tingkat bawah untuk Pilkada 9 Desember mendatang, senilai Rp 500 juta lebih dalam bentuk barang. Kami rasional. Ya kami menerima barang. Karena kami agak khawatir kalau kami diberikan dalam bentuk dana, otomatis ada proses pengadaan dan segala macam. Itu butuh waktu. Kami terima barang saja, lebih baik seperti itu,” ujarnya.

Disebutkan, Bawaslu telah mengkonsultasikan Devisit anggaran untuk Pilkada mendatang ke Pemda Sumbawa. Mengenai usuluan tersebut, Pemda Sumbawa masih berkonsultasi dengan Kemendagri.

“Masih berkonsultasi dengan menteri dalam negeri tentang anggaran ini. Kami memberikan alternative, kami tidak mau digelontorkan dalam bentuk uang tapi dalam bentuk barang APD. Ya silahkan pemda yang menyediakan, kami menerima saja untuk APD itu. Kalaupun pemerintah tidak sanggup, ya mungkin sistemnya pinjam-pakai. Itu diberikan kepada kita, jadi apa yang tersedia dipemda diseerahkan saja ke kita, dengan MoU,” katanya. (Ts/011)

wartawan tribun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Bawaslu Tetap Awasi Penyaluran Bansos

Sen Jun 8 , 2020
Sumbawa Besar, Tribun-sumbawa.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sumbawa tetap melakukan pengawasan menjelang Pilkada mendatang. Termasuk mengawasi penyaluran Bantuan Sosial agar tidak ditumpangi oleh kepentingan politik salah satu Bakal Calon yang akan bertarung di Pilkada 9 Desember mendatang. “Kami dalam jangka waktu hingga 9 Desember, Tusi (Tugas-fungsi) pengawasan ya […]