Satu Kasus Positif Rabies Ditemukan di Moyo Hulu

Sumbawa Besar, Tribun-sumbawa.com – H.Junaidi, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sumbawa mengatakan, telah terkonfirmasi satu kasus positif gigitan rabies di Kecamatan Moyo Hulu. Satu sample positif tersebut merupakan dari kasus gigitan di Kecamatan Moyo Hulu di dua lokasi, yakni di Semamung dan Marga Karya.

“Awalnya di Ring I dan II. Itu Empang, Tarano. Plampang dan Labangka. Tiba-tiba di awal agustus muncul di moyo hulu. Dari HPR dalam hal ini anjing yang menggigit itu di Moyo Hulu, telah dilakukan pemeriksaan sample di BPVet Denpasar, jadi keluar hasil 1 positif diantara 10 yang diambil sampel. Terjadi gigitan di dua lokasi, satu di semamung dan marga karya, setelah dilakukan pengambilan sample dan uji, keluar hasil satu yang dinyatakan positif. Itu yang di semamung,” kata dia di ruang kerjanya, Senin (06/09).

Diungkapkan, selain itu, juga muncul gigitan di Kecamatan Plampang dan Kecamatan Lopok, dan saat ini masih menunggu hasil uji lab. “Di Tede masih buat penasaran dengan hasilnya. Karena informasi dari masyarakat yang juga ada pak kades, menjelang subuh menggigit 5 ekor kambing, dan 4 diantaranya mati. Dan setelah fajar anjing berlari kemudian menyerang 2 orang tergigit. Kemudian oleh masayarakat setempat di eliminasi, dan medik peteriner kami di lapangan sudah mengambil samplenya, ini yang sedang ditunggu hasilnya. Biasanya seminggu setelah dikirim sudah ada hasilnya, ini yang sedang kita tunggu,” ucapnya.

Sosialisasi dan penyuluhan yang dilakukan oleh Kepal dinas Disnakeswan Kabupaten Sumbawa bersama tim dari UPT kecamatan di Desa Tede Kecamatan popok.

Ditegaskan, terhadap kasus gigitan HPR di Desa Tede, Disnakeswan bersama tim kecamatan telah memberikan penyuluhan kepada masyarakat. “Di tede malam itu saya sempat turun langsung kesana dan memberi penyuluhan dan alhamdulillah dapat ditindak lanjuti,” ujarnya.

Selain itu, juga mucul kasus gigitan baru di Labuhan Alas Kecamatan Alas Barat. “Setelah dilihat riwayatnya, itu memang anjing yang secara kebetulan itu ajing yang baru melahirkan, anaknya diganggu, induknya menyerang,” ucapnya.

Ia berharap, masyarakat yang memiliki HPR khususnya anjing agar dilakukan pemeliharaan dan bersedia untuk dilakukan vaksinasi. Dan vaksinasi yang dilakukan oleh pemerintah, tidak dipungut biaya.

“Kami tidak melarang, tapi kalau dipelihara harus diatur. Sehingga kalau memang betul-betul dipelihara, teman kami di lapangan melalui bidang kesehatan hewan dan upt produksi dan kesehatan hewan di masing-masing kecamatan itu siap melakukan vaksinasi terhadap hewan pembawa yang dipelihara. Vaksinya gratis. Jadi silahkan masyarakat bila ingin dilakukan vaksinasi, silahkan tentukan titik kumpulnya, nanti informasikan ke kami melalui teman-teman upt untuk di vaksinasi,” katanya.

Ia menghimbau, agar masyarakat waspada terhadap gigitan anjing liar, dan segera melapor ke fasilitas kesehatan jika terjadi gigitan HPR. “Kalau ada gigitan, segera hubungi petugas kesehatan, puskesmas. Dan melaporkan kepada upt produksi dan kesehatan hewan, kalau toh hewan itu sudah di eliminasi mohon hubungi teman upt kami untuk ambil sample,” ucapnya.

Ia mengajak masyarakat bersama pemerintah desa untuk bersama-sama melakukan upaya elimintasi terhadap HPR khususnya anjing liar. “Saya berharap, ayo ketimbang menjadi persoalan karena rabies ini adalah penyakit zoonosis, ayo kita elimintasi. Dan pemerintah daerah siapkan anggaran untuk eliminasi itu. Kita harapkan swadaya, kita juga siapkan sedikit anggaran. Untuk anjing liar, kami juga mengadakan eliminasi koordinasi dengan kepala desa, babinsa, babinkamtibmas, kiranya kepala desa mau terlibat dalam eliminasi,” tegasnya. (Ts/011)

wartawan tribun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Diduga Warga Terpapar Covid-19, KBM Tatap Muka di Parado Dinonaktifkan

Sen Sep 7 , 2020
Kabupaten Bima, Tribun-sumbawa.com – Kementrian Agama Kabupaten Bima secara resmi melarang aktivitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka di Kecamatan Parado Kabupaten Bima. Menyusul adanya seorang warga yang diduga terpapar Covid-19 di salah satu desa di Kecamatan setempat, dan keputusan tersebut di ambil berdasarkan hasil koordinasi dengan Unit Pelaksana Tugas […]