Syarat Masuk UKM ke JPS Minta Dilonggarkan

Sumbawa Besar, Tribun-sumbawa.com – Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menegah dan Perindustrian Kabupaten Sumbawa, Arief meminta agar Pemprov NTB untuk melonggarkan persyaratan UKM untuk memasukkan produk secara langsung dalam program JPS Gemilang. Sebab, hampir seluruh UMK yang ada didarerah tidak berbadan hukum misalnya Persekutuan Komanditer atau commanditaire vennootschap (CV). Sehingga selama ini, produk UKM ke JPS Gemilang musti melalui perantara berbadan hukum.

“Persyaratan yang jangan terlalu mengikat. Sebab usaha mikro, IKM, UKM tidak mungkin dia punya CV. Masa bikin jajan kering harus urus CV dulu, ini kan juga situasional. Apa yang bisa dilakukan untuk jembatani mereka ini, mari,” kata dia di ruang kerjanya, Selasa (29/07).

Ia menegaskan, berbagi keuntungan dalam satu kegiatan merupakan hal lumrah. Namun dalam situasi saat ini, sangat penting untuk mendorong tumbuh kembang UKM di daerah. Sebab, UKM didaerah telah mengalami kerugian akibat pandemic covid-19.

“Saya bangga dengan IKM, dan UKM kita. Mereka tidak mengeluh terlalu banyak, karena itulah sifat kita orang sumbawa, sangat santun sebetulnya. Ya tapi berikanlah kalau kesempatan itu memang ada. Jangan melalui orang lain. Silahkanlah semua mengambil untung, tapi utamakanlah mereka IKM, UKM ini sasaran prioritasnya. Karena mereka selama ini produknya tidak laku dipasaran akibat covid ini,” jelasnya.

Disebutkan, meski UKM di Kabupaten Sumbawa sebagian besar belum berbadan hukum, namun memiliki potensi yang sangat besar jika didorong, terutama dalam situasi pandemic saat ini. “Ikan kering kita punya, garam kita sepanjang pantai, kita penghasil kopi dan tidak diragukan produk kopi kita. Kopi kita ber-SNI kok. Bahkan masker bisa, ada IKM konfeksi, Cuma saya sayangkan masker itu tidak masuk dari IKM kita,” katanya.

Secara umum, ia mengapresiasi kebijakan Pemprov NTB di masa pandemic melalui kebijakan stimulus dan JPS Gemilang. “Ini dihajatkan oleh gubernur dua sasarannya, pertama penerima manfaat langsung oleh masyarakat penerima. Kedua memberdayakan UMKM Lokal, kan itu intinya. Oleh karena isi paket barang JPS itu adalah barang produksi lokal, bukan regional,” ucapnya.

Ia berharap, dalam JPS Gemilang berikutnya, UKM lokal dapat terlibat tanpa melalui perantara. Dan dapat melibatkan lebih banyak UKM dari sebelumnya.

“Kedepan kekurangan-keurangan ini, mohon sekiranya untuk dipertimbangkan. Kalau soal harga, silahkan langsung ke IKM, kami siap fasilitasi. Memang setiap program itu tidak pernah sempurna, tapi mari terus kita sempurnakan. Saya harapkan kedepan, sebanyak-banyaknya produk yang masuk dalam paket JPS itu merupakan produk IKM lokal,” ujarnya. (Ts/011)

wartawan tribun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Polres Lotim Amankan 18 Sepeda Motor Dari Sindikat Curanmor

Kam Jul 30 , 2020
Lotim, Tribun-sumbawa.com – Tim Puma Polres Lombok Timur bersama Polsek Sembalun yang dipimpin KBO Reskrim Polres Lotim mengamankan sedikitnya 18 unit sepeda motor dari sindikat curanmor yang kerap melancarkan aksi di wilayah setempat. Saat ini, Polres Lombok Timur masih melakukan pengembangan meskipun telah mengamankan sediktinya dua orang pelaku dan tiga […]