Johan Rosihan Ingin Penyuluh Optimalkan Keberadaanya di DPR-RI

Sumbawa Besar, Tribunsumbawa.com – Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS H. Johan Rosihan, berharap agar penyuluh dapat mengoptimalkan keberdaaannya di DPR-RI. Demikian disampaikan saat memberikan bantuan kepada penyuluh di Kabupaten Sumbawa, Jum`at (29/05).

“Bantuan ini diberikan kepada penyuluh berkat kerjasama Kementan RI dan Komisi IV DPR RI,” ungkapnya.

Ia berharap, pertemuan dengan penyuluh kali ini bukan pertemuan terakhir. “Saya ingin agar penyuluh di Kabupaten Sumbawa bisa memaksimalkan denga  keberadaan saya di DPR RI. Jangan sampai orang lain yang kaya di Sumbawa. Sedangkan petani dan penyuluh kita masih seperti ini,” terang Johan.

Ditegaskan, keberdaaan petani jangan hanya menguntungkan pengusaha. Sehingga masyarakat Sumbawa harus tetap produktif agar produk petani memiliki nilai jual yang baik ditingkat pengusaha. “Petani juga harus untung. Karena jika pengusaha saja yang untung ini tentu akan jadi masalah di daerah kita. Dan saya tidak inginkan seperti itu,” tukas Johan.

Ditegaskan, bantuan bibit dari Komisi IV dan Kementerian Pertanian agar dikawal bersama-sama, agar tidak dimainkan oleh oknum-oknum tertentu. “Kementan dan komisi IV ada pembagian bibit setengah dari kementerian dan sete gahnya dari kita di komisi IV. Dan ini perlu dikawal bersama agar supaya tidak ada pihak-pihak yang bermain,”tegas Johan.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa Sirajuddin terima kasih atas bantuan yang diberikan kepada penyuluh. “Atas nama pimpinan saya sangat berterima kasih kepada penyuluh. Karena pak johan sudah peduli denga  seluruh penyuluh di Kabupaten Sumbawa,” kata Sirajuddin

Dijelaskan Sirajuddin bahwa seluruh bantuan dari anggota DPR RI harus ada rekom dari Dinas. “Kekompok tani itu harus ada didalam simluhtan. Jadi kepada penyuluh tolong sajikan data yang benar,”tandasnya.

Tahun ini ada bantuan jagung dari aspirasi pak johan jumlahnya 10 ribu hektar. Namun yang siap hanya 7 ribu saja. Dan varietasnya adalah biosed B. 54 di MK 2. “Kami di dinas harus selektif mengingat ketersedian air. Mana kelompok tani yang terjamin airnya. Agar tidak terjadi masalah. Dan begitu juga ada bantuan padi 15 ribu hektar. CPCL kita nanti akan berubah agar tidak terjadi masalah dikemudian hari. Selain benih ada juga infrastruktur, jut, cekdam,dan jaringa. Ini semua untuk petani kita di Sumbawa,”harap Kadis. (Ts/J)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com