AMDAL Bendungan Kerekeh Dikaji

Sumbawa Besar, Tribunsumbawa.com – Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumbawa, sebagai anggota Komisi Amdal Provinsi sedang melakukan kajian terhadap sebagai dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) pembangunan Bendungan Kerekeh. Dokemen AMDAL, persyaratan terakhir untuk melajutkan proses pembangunan setelah dilakukan Visibility Study (VS – Uji Kelayakan) dan penyusunan Detail Engineering Design (DED – Rencana detail gambar kerja).

“Pembangunan kerekeh, kami Dinas Lingkungan Hidup ikut dilibatkan dalam Komisi Amdal Provinsi, kewenangan pembahasan AMDAL bendungan di komisi penilai amdal (KPA). Sudah lakukan pembahasan dengan melibatkan tokoh masyarkat dari Selang dan Kerekeh. Seharusnya itu di Mataram, karena covid dan ada edaran semua via teleconvrens. Kita sampaikan tanggapan dan masukan masyarkat terhadap rencana kegaitan pembangunan,” kata Kepala Dinas LH melalui Kepala Seksi Kajian Dampak Lingkungan sekaligus Sekretaris Tim Teknis AMDAL, Aryan Perdana Putra, Kamis (28/05).

Diungkapkan, dari hasil konsultasi public yang dilakukan, sejauh ini terdapat beberapa penekanan yang menjadi aspirasi masyarakat kepada Balai Wilayah Sungai (BWS) sebagai pemerakarsa pelaksana pembangunan. Yakni bentuk ganti rugi lahan, dampak ekonomi masyarakat sekitar dan pelibatan masyarakat dalam proses pembangunan.

“Ada beberapa titik tekan pada pemerakarsa khususnya BWS sebagai pelaksana pembangunan. Ini aspirasi masayrakat sekitar terkait dengan pembangunan ini, lebih menitik beratkan kepada ganti rugi lahan. Apakah itu berupa uang atau mengganti lahan dengan lahan lainnya. Ini yangmasih menjadi pertanyaan masyarakat lokal yang ada disana,” jelasnya.

Selain itu, masyarakat ingin dilibatkan menjadi tenaga kerja secara langsung maupun mitra perusahaan pelaksana pembangunan. “Kami minta yang namanya dampak positif terhadap masayrakat sekitar, tidak hanya sebatas penyerapan tenaga kerja. Tapi dikaji lebih konprehensif bahkan sampai pelibatan masyarakat sebagai suplayer dan mitra perusahaan pelaksana. Itu dampak positif yang harus didapatkan oleh masayarakat. Ada pertumbuhan ekonomi masayrakat sekitar, karena pembangunannya ini panjang,” ujarnya.

Dikatakan, secara umum, masyarakat menyambut positif rencana pembangunan bendungan kerekeh tersebut. Dan melalui dokumen AMDAL, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumbawa, sebagai anggota Komisi Amdal Provinsi, berupaya mengeliminasi dampak negative melalui pendekatan pengelolaan lingkungan.

“Masayrakat sambut positif, kekhawatiran selalu ada terkait dengan ganti rugi, keuntungan langsung masyarakat yang tidak dapat ganti rugi lahan seperti apa. Walaupun nanti ada pembukaan areal lahan sawah baru dengan adanya pembukaan jaringan irigasi, tapi mereka ingin dampak langsungnya. Dampak negative terhadap masyarkat itu, yang coba kita eliminir melalui pendekatan pengelolaan lingkungan yang dimuat di dokumen AMDAL,” katanya.

Ditegaskan, selain untuk irigasi, bendungan tersebut juga direncanakan untuk mengendalikan banjir, Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan obyek wisata.

Dikatakan, sejauh ini belum dapat dipastikan waktu pembangunan Bendungan Kerekeh. Namun dokumen AMDAL merupakan dokumen terakhir yang dibutuhkan sebelum memulai proses pembangunan, setelah melewati Visibilty Study dan Detail Engineering Design.

“Mudah-mudahan, proses kedepan akan kita kawal terus dengan implementasi pengelolaan lingkungan yang dimuat di AMDAL ini. Yang pasti kami tetap upayakan masyarakat kita jangan sampai dirugikan,” tegasnya. (Ts/011)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com