Tren Positif Kesembuhan Masih Terjadi Tapi NTB Belum Bebas Covid-19

Mataram, Tribunsumbawa.com – H.Lalu Gita Ariadi, Sekda NTB sekaligus Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas, Selasa (19/05) megatakan, jumlah sembuh baru masih menjadi tren baik penanganan Covid-19 di NTB. Namun dengan adanya tambahan positif baru, menunjukkan NTB belum terbebas dari penularan Covid-19.

“Hari ini juga terdapat 18 tambahan kasus positif baru, sehingga ini menjadi peringatan penting bagi kita semua bahwa kita tidak boleh lengah. Sebab pasien positif baru masih terus terjadi, terlebih pada daerah dengan status trasmisi lokal. Dengan adanya tambahan positif baru ini, menunjukkan bahwa daerah kita belum bebas dari penularan Covid-19,” katanya.

Disebutkan, Selasa (19/05), telah diperiksa di Laboratorium RSUD Provinsi NTB, Laboratorium RS Unram, dan Laboratorium Genetik Sumbawa Technopark sebanyak 230 sampel dengan hasil 194 sampel negatif, 18 sampel positif ulangan, dan 18 sampel kasus baru positif Covid-19.

Kasus baru positif tersebut, yaitu Pasien nomor 375, atas nama Tn. M (usia 66 tahun), laki-laki, penduduk Kelurahan Selagalas, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik.

Pasien nomor 376, atas nama Tn. S (37), laki-laki, penduduk Kelurahan Babakan, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 358. Saat ini menjalani karantina terpusat Kota Mataram dengan kondisi baik.

Pasien nomor 377, atas nama Tn. MB (3 bulan), laki-laki, penduduk Kelurahan Ampenan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 181. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik.

Pasien nomor 378, atas nama Tn. IA (18), laki-laki, penduduk Desa Batu Layar, Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Magetan Jawa Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik.

Pasien nomor 379, atas nama Tn. A (20), laki-laki, penduduk Desa Batu Layar, Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Magetan Jawa Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik

Pasien nomor 380, atas nama Tn. AM (21), laki-laki, penduduk Desa Batu Layar, Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Magetan Jawa Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik.

Pasien nomor 381, atas nama Tn. S (22), laki-laki, penduduk Desa Batu Layar, Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Magetan Jawa Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik.

Pasien nomor 382, atas nama Tn. MR (18), laki-laki, penduduk Desa Batu Layar, Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Magetan Jawa Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik.

Pasien nomor 383, atas nama Ny. D (56), perempuan, penduduk Desa Meninting, Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang yang pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik.

Pasien nomor 384, atas nama Ny. I (42), perempuan, penduduk Desa Beru, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 350. Saat ini menjalani karantina di Kabupaten Sumbawa Barat dengan kondisi baik.

Pasien nomor 385, atas nama Tn. S (44), laki-laki, penduduk Desa Beru, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 350. Saat ini menjalani karantina di Kabupaten Sumbawa Barat dengan kondisi baik.

Pasien nomor 386, atas nama Tn. M (14), perempuan, penduduk Desa Beru, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 350. Saat ini menjalani karantina di Kabupaten Sumbawa Barat dengan kondisi baik.

Pasien nomor 387, atas nama Tn. K (28), laki-laki, penduduk Desa Pemenang Timur, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSJ Mutiara Sukma dengan kondisi baik.

Pasien nomor 388, atas nama Tn. MS (18), laki-laki, penduduk Desa Rakam, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSJ Mutiara Sukma dengan kondisi baik.

Pasien nomor 389, atas nama Ny. N (46), perempuan, penduduk Desa Rumbuk, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik.

Pasien nomor 390, atas nama Ny. EI (52), perempuan, penduduk Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak ada. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik.

Pasien nomor 391, atas nama Ny. DWY (46), perempuan, penduduk Kelurahan Pagutan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik.

Pasien nomor 392, atas nama Ny. DEH (47), perempuan, penduduk Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik.

Ditambahkan, selain itu terdapat penambahan 8 orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negative. Yaitu Pasien nomor 50, atas nama Ny. BSD (36), perempuan, penduduk Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram.

Pasien nomor 51, atas nama Tn. LEP (33), laki-laki, penduduk Kelurahan Brangbiji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa.  Pasien nomor 101, atas nama Tn. KM (22), laki-laki, penduduk Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram.

Pasien nomor 117, atas nama Tn. HAG (51), laki-laki, penduduk Desa Perampuan, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Pasien nomor 257, atas nama An. AA (16), laki-laki, penduduk Desa Barebali, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah.

Pasien nomor 287, atas nama Ny. SIN (59), perempuan, penduduk Desa Senteluk, Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien nomor 289, atas nama Tn. MYS (14), laki-laki, penduduk Desa Senteluk, Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat. dan, Pasien nomor 292, atas nama Tn. W (25), laki-laki, penduduk Kelurahan Panjisari, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah.

“Dengan adanya tambahan 18 kasus baru terkonfirmasi positif, 8 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kematian baru, maka jumlah kasus positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai 19 Mei sebanyak 392 orang, dengan perincian 244 orang sudah sembuh, 7 meninggal dunia, serta 141 orang masih positif dan dalam keadaan baik,” jelasnya. (Ts/011)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *