NTB Masuki Musim Kemarau, Potensi Cuaca Ekstrem Lokal

Mataram, Tribunsumbawa.com – Forecaster Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Lombok Barat, Nindya Kirana dan Suci Agustiarini, Selasa (12/05) mengungkapkan, Curah hujan di NTB pada jangka waktu 10 hari (dasarian) I Mei, umumnya dalam kategori Rendah. Namun, terdapat beberapa wilayah dengan curah hujan kategori Menengah, yaitu di sebagian wilayah Mataram, sebagian kecil Lombok Barat, serta sebagian kecil wilayah Lombok Tengah bagian selatan.

Curah Hujan tertinggi tercatat di Pos Hujan Rumak, Lombok Barat sebesar 195 mm/dasarian. Sifat hujan pada dasarian I Mei  umumnya Bawah Normal hampir di seluruh wilayah NTB, kecuali wilayah Sumbawa Barat bagian Utara, sebagian Lombok Barat, dan Bima bagian Utara dengan sifat hujan Atas Normal.

“Peluang terjadinya hujan pada dasarian II Mei 2020 umumnya rendah. Curah hujan diatas 20mm per dasarian berpeluang terjadi  50 hingga 60 persen hanya di beberapa wilayah wilayah NTB. Seperti wilayah Sumbawa Barat bagian utara,  Kabupaten Sumbawa bagian barat. Selain itu, di sebagian wilayah Lombok Barat bagian selatan dengan intensitas curah hujan yang sama berpeluang diatas 60 persen,” katanya.

Hingga saat ini El Nino Southern Oscillation (ENSO) dan pola cuaca dilokasi tertentu (Dipole Mode) masih menunjukkan kondisi Netral. Aliran massa udara di wilayah Indonesia pada dasarian III April menunjukkan angin timuran. Angin monsun Australia bertiup di atas wilayah NTT, NTB, Bali, Jawa, Maluku dan Papua.

Pergerakan gelombang atmosfer di wilayah tropis yang tumbuh dan berkembang di Samudera Hindia akibat interaksi atmosfer dan lautan global dengan periode 30-90 hari dan bergerak merambat ke arah timur (MJO) saat ini terpantau aktif di Fase 3 (Maritime Continent). Dan diprediksi terus aktif di fase 3 dan 4 (Maritime Continent) sampai akhir dasarian I Mei 2020.

“Dengan kondisi wilayah NTB yang saat ini berada pada periode memasuki musim kemarau, masyarakat dihimbau agar waspada dan berhati – hati terhadap potensi terjadinya cuaca ekstrem dengan sifat lokal serta diharapkan masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan air seiring dengan masuknya musim kemarau di seluruh wilayah NTB,” jelasnya. (Ts/011)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *