Ini Bunyi Surat Edaran Pemkot Bima Menyambut Ramadan dan Idul Fitri di Tengah Pandemi Covid-19

Kota Bima, tribunsumbawa.com – Pemerintah Kota Bima mengeluarkan Surat Edaran Nomor 007/149/IV/2020 tentang Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441 H, di tengah pandemi wabah Covid-19. Surat edara tersebut merupakan panduan pelaksanaan ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriah dalam suasana antisipasi dan pencegahan pandemik infeksi Virus Corona.

“Surat edaran yang dikeluarkan ini berdasarkan surat edaran Kementerian Agama Republik Indonesia Nomor SE.6 Tahun 2020 Tanggal, 6 April 2020,” kata Malik, Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Bima Kamis (23/4).

Panduan tersebut antar lain, umat Islam diwajibkan menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan dengan baik, berdasarkan ketentuan fikih ibadah. Sahur dan buka puasa dilakukan oleh individu atau keluarga inti tidak perlu sahur on the road atau buka puasa bersama.

“Shalat Tarawih dilakukan secara individual atau berjama’ah bersama keluarga inti di rumah,” ujarnya.

Kemudian Tilawah atau Tadarus Al Qur’an, dilakukan di rumah masing-masing berdasarkan perintah Rasulullah SAW untuk menyinari rumah dengan tilawah Al Quran. Untuk buka puasa bersama, baik dilaksanakan di Lembaga Pemerintah, Lembaga Swusta. Masjid maupun Mushalla ditiadakan.

Lalu menghadirkan penceramah massa dalam jumlah besar, baik di lembaga pemerintahan, swasta, masjid maupun mushalla juga ditiadakan. Tidak melakukan iktikaf di 10 (sepuluh) malam terakhir bulan Ramadan ditadakan.

“Pelaksanaan Shalat Idul Fitri yang Iazimnya dilaksanakan secara berjamaah di masjid atau lapangan ditiadakan, sembari menunggu fatwa MUI menjelang waktunya,” ungkap Malik. Ia menambahkan, panduan itu juga melarang kegiatan seperti Shalat Tarawih keliling, takbiran keliling. Karena takbiran cukup dilakukan di masjid dan musholla dengan pengeras suara. (Ts/IM)

2 tanggapan untuk “Ini Bunyi Surat Edaran Pemkot Bima Menyambut Ramadan dan Idul Fitri di Tengah Pandemi Covid-19

  • 10 Mei 2020 pada 4:10 am
    Permalink

    Semoga masyrakt kota bima tdk ada yg mati kelapran saat diberlakukannya PSBK dikota bima 11-04 sampai 14 hari kedepan,kiranya pihak trkait trus memantau serta memberikan bantuan pangan pda warganya yg kekurangan bahan pangan baik kaya maupun miskin,baik itu warga tetap maupun tdk tetap serta jgn sampai merepotkan warga dgn persyaratn yg ribet dan berbelit-belit

    Balas
  • 10 Mei 2020 pada 4:14 am
    Permalink

    Semoga masyrakt kota bima tdk ada yg mati kelapran saat diberlakukannya PSBK dikota bima 11-04 sampai 14 hari kedepan,kiranya pihak trkait trus memantau serta memberikan bantuan pangan pda warganya yg kekurangan bahan pangan baik kaya maupun miskin,baik itu warga tetap maupun tdk tetap serta jgn sampai merepotkan warga dgn persyaratn yg ribet dan berbelit-belit, dan bagaimana masyarakat yang sudah pindah kepeeumahan relokasi banji terutama di jatibaru timur

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *