UN SD,SMP Diganti Dengan Akumulasi Nilai Kelas dan Semester

Sumbawa Besar, tribunsumbawa.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa mengeluarkan Surat Edaran nomor 800/536/Dikbud/2020, tertanggal 26 Maret 2020, tentang kebijakan ujian selama masa darurat covid-19. Surat Edaran tersebut mengacu pada Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 04 Tahun 2020, dan membatalkan seluruh kebijakan ujian pada jenjang SD dan SMP, yang tertuang pada Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa Nomor 0414/494/Dikbud/2020, dan Nomor 0414/495/Dikbud/2020.

“Seluruh kegiatan ujian, Baik Praktik, Ujian Tulis Berbasis Kertas Ujian Sekolah dan Ujian Nasional Berbasis Komputer sebagaimana tertuang dalam pentunjuk teknis ujian sekolah SD dan POS UN SMP, dibatalkan,” kata Sahril, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa, Kamis (26/03).

Dijelaskan, dengan pembatalan Ujian Sekolah dan Ujian Nasional tahun 2020, maka nilai Ujian Sekolah dan nilai Ujian Nasional tidak menjadi syarat kelulusan atau menjadi syarat seleksi masuk pendidikan yang lebih tinggi. Sedangkan peyetaraan Paket A, Program Paket B dan Program Paket C, akan diatur dan ditentukan secara tersendiri kemudian.

Ditegaskan, Ujian Sekolah maupun praktik dan tulis, tidak boleh dilakukan dalam betuk tes yang mengumpulkan siswa. Dan dapat dilakukan dalam bentuk portofolio, nilai raport dan prestasi yang diperoleh sebelumnya, penugasan tes daring dan atau penilaian jarak jauh lainnya.

Diungkapkan, kelulusan Sekolah Dasar atau sederajad ditentukan berdasarkan nilai semester terakhir atau kelas 4, kelas 5 dan kelas 6 semester genap. “Nilai semester genap kelas 6, dapat digunakan sebagai tambahan nilai kelulusan,” ucapnya.

Sedangkan kelulusan SMP sederajat, ditentukan berdasarkan nilai lima semester terakhir. Dan nilai semester genap kelas 9 dapat digunakan sebagai nilai tambahan kelulusan.

Dikatakan, untuk Penilaian Akhir Semester (PAS) kenaikan kelas, dapat dilakukan dalam bentuk Portofolio, nilai raport dan prestasi yang diperoleh sebelumnya, penugasan, tes daring dana tau bentuk penilaian jarak jauh lainnya, sesuai dengan kondisi dan faslitas yang tersedia. Dan PAS kenaikan kelas, dirancang untuk mendorong aktivitas belajar yang bermakna dan tidak perlu mengukur ketuntasan pencapaian kurikulum secara menyeluruh.

“Penilaian Akhir Semester untuk kenaikan kelas dalam bentuk tes yang mengumpulkan siswa, tidak boleh dilakukan,” tegasnya.

Dijelaskan, sebagai bentuk pencegahan Covid-19, seluruh guru dapat bekerja dari rumah kecuali petugas piket, untuk menjamin kelangsungan pelayanan di sekolah. Dan kepala sekolah dapat mengatur piket dalam jumlah sangat terbatas, serta menjamin lingkungan dan fasilitas sekolah steril. “Harus dilakukan penyemprotan dengan bahan-bahan desinfektan. Pembiayaan alat dan bahan dapat dianggarkan melalui dana BOS,” jelasnya.

Ia menegaskan, masa belajar siswa di rumah baik SD maupun SMP, tetap mengacu pada surat edaran terakhir, yakni hingga 11 April 2020. Proses Belajar Mengajar (PBM) dapat dilakukan secara daring tanpa membebani siswa dengan target dan capaian kurikulum. Dan materi pelajaran tidak fokus pada kurikulum, namun mengintegrasikan materi kecakapan hidup tentang Covid-19. Tugas dan aktivitas siswa di rumah harus disesuaikan dan mengacu pada kondisi akses dan fasilitas siswa.  

“Bukti atas produk Proses Belajar Mengajar dari rumah diberi umpan balik yang bersifat kualitatif tanpa harus diharuskan dengan pemberian skor atau nilai secara kuantitatif,” tegas dia. (Ts/011)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *