Gubernur Dikritik, Wagub Angkat Bicara! Begini Kata Amin…

2

MATARAM, TRIBUN — Meski bersifat positif dan bertujuan sangat baik, perjalanan safari dakwah dibarengi kunjungan kerja dibeberapa daerah di Indonesia ini, ternyata upaya Gubernur NTB, Dr TGKH. M Zainul Majdi, MA mendapat sorotan dari salah seorang Anggota DPRD NTB, Raihan Anwar.

Dimana Raihan Anwar menuding bahwa Gubernur NTB yang karib dipanggil Tuan Guru Bajang (TGB) ini sudah tak lagi fokus mengurus daerah. Terlebih upaya tersebut, dinilai politikus asal Partai Nasdem ini hanya bagian dari metamorfosa TGB untuk melangkah ke level nasional.

“Masih banyak tugas disini contohnya seperti pembahasan, evaluasi kinerja/program SKPD, Penandatanganan KUA-PPAS perubahan 2017, termasuk angka kemiskinan. Seharusnya gubernur fokus mengurus program untuk masyarakat. Jangan dulu keliling-keliling, apa juga kontribusi buat daerah,” sindirnya pada Jum’at (21/07/17) lalu.

Menanggapi sindiran sekaligus kritikan terhadap TGB. Wakil Gubernur NTB, H Muh Amin pun angkat bicara. Meski satu partai dengan Raihan, H Muh Amin-Ketua Nasdem NTB ternyata lebih memilih membela TGB. “Setahu saya, tidak ada sesuatu yang kurang dalam kerja beliau (M Zainul Majdi, Red). Soal pekerjaan di daerah saat beliau tak ada di tempat, kan ada saya yang tangani,” ujarnya kepada wartawan usai mengikuti Sidang Rapat Paripurna di DPRD NTB, Senin (24/07/17).

Mengenai soal sosok pengkritik adalah Anggota DPRD NTB serta berasal satu atap dengannya yakni Partai Nasdem, Haji Amin mengaku tidak mempersoalkan, sebab dinilainya kritikan merupakan bagian tugas dari wakil rakyat. Terlebih, ia meminta kadernya untuk kritis tanpa terkecuali dirinya sekalipun.

“Jangan takut kritisi atasan, dan jangan juga takut sampaikan pendapat. Intinya jangan melempem jadi kader,” tutur pria asal Sumbawa ini.

Amin juga menyatakan, bahwa kritikan yang dilayangkan Raihan mengenai angka kemiskinan, justru menyerang dirinya. Bahwa yang mempunyai tugas dalam hal menurunkan angka kemiskinan adalah wakil gubernur, di mana ia duduk sebagai Ketua Tim Penanggulangan Kemiskinan.

Menurutnya, soal siapa yang bertanggung jawab pada angka kemiskinan atau rentan kemiskinan, kewajibannya ada di kabupaten/kota. Tugas pemerintah provinsi hanya mendorong dan mengintervensi semua program yang ada di kabupaten/kota melalui instansi terkait. “Kita tidak akan cari kesalahan, tapi yang jelas data by name-by adress ya di daerah masing-masing,” ucapnya.

Lebih jauh ditegaskan Wagub Amin, dalam hal ini pemprov hanya sebagai fasilitator untuk dikoordinasikan dengan pemerintah pusat. Mengenai anggaran dalam megentaskan kemiskinan sebesar Rp 1,3 Triliun melalui program, juga berkaitan dengan SKPD di daerah dalam hal sinkronisasi program. (yan)

zen

2 thoughts on “Gubernur Dikritik, Wagub Angkat Bicara! Begini Kata Amin…

  1. Beginilah pemimpin NTB yg saling melengkapi 2 periode berturut2 menjadi kebanggaan tersendiri sebagai anak sasak yg dipimpin oleh pak TGB dan pak Amin. Semoga beliau2 sehat selalu dan tetap menjadi pemimpin yg membanggakan. Aamiin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Program SMN Dinilai Penting Jaga Keutuhan NKRI

Sen Jul 24 , 2017
MATARAM, TRIBUN — Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Republik Indonesia bersinergi denga Jasa Raharja, PT. Indofarma Tbk dan Kliring Berjangka Indonesia (KBI), sejak tahun 2015 meluncurkan Program Siswa Mengenal Nusantara (SMN). Program yang berbentuk pertukaran pelajar antar provinsi se- Indonesia itu, sangat strategis dalam menumbuhkan semangat persaudaraan serta persatuan […]