“Korban Meninggal Sudah Mencapai 13 Orang” Setiap Hari Korban Gigitan Anjing Masih Terjadi di Dompu

DOMPU,TRIBUN

    Setiap hari warga Dompu yang menjadi korban gigitan anjing masih terjadi. Data yang dirilis Dinas Kesehatan Dompu per 9 November 2019, korban meninggal akibat digigit anjing rabies mencapai 13 orang.

    Kepala Dinas Kesehatan Dompu, Hj. Iris Juita Kastianti, SKM. M.Mkes, yang dikomfirmasi melalui Kabid P2P Rahmat SKM., ditemui dikantornya, Senin (11/11/2019) mengatakan, jumlah warga Dompu yang menjadi korban gigitan anjing sampai dengan tanggal 9 november 2019 mencapai 1096 orang.

“Jumlah itu terdiri dari laki-laki sebanyak 1088 orang, wanita sebanyak 817. Sementara dari sisi umur yang kurang dari 15 tahun sebanyak 800 orang dan yang diatas 15 tahun sebanyak 1105 orang, “kata Rahmat.

    Sementara korban meninggal dunia berdasarkan kasusnya, kata Rahmat, di Kecamatan Kempo ada 6 orang, Kecamatan Manggelewa 2 orang, Dompu Barat 1 orang, Kecamatan Woja 1 orang, Kecamatan Hu’u 1 orang dan Kecamatan Pekat 3 orang.

    Diakui Rahmat, sampai dengan hari ini upaya yang harus dan telah dilakukan tetap menyediakan VAR. Dan VAR yang ada saat ini kurang dari 2000 vaksinasi, yang bersumber dari bantuan pusat sebanyak 1000 dan dibeli dari APBD-P tahun 2019 sebanyak 1000.

Diakuinya, kasus gigitan anjing masih terjadi setiap harinya. Dan untuk meminimalisir kasus gigitan perlu dilakukan sosialisasi secara terus menerus di masyarakat. Tujuanya, agar masyarakat waspada terhadap gigitan anjing.

“Tidak hanya sosialisasi, yang perlu juga dilakukan secara terus menerus adalah eliminasi anjing tidak bertuan, “ungkapnya.

Lebih lanjut Rahmat mengatakan, berdasarkan kasus gigitan anjing di masing-masing Kecamatan di Kabupaten Dompu, untuk Kecamatan Kempo 392 gigitan, Manggelewa 272 gigitan, Dompu Timur 136 gigitan, Dompu Kota 118 gigitan,  Kecamatan Woja 221 gigitan, Kecamatan Kilo 70 gigitan, Kecamatan Huu 190 gigitan, Kecamatan Pajo 78 gigitan dan Kecamatan Pekat 422 gigitan.

“Terkait meningkatnya kasus gigitan anjing di Kecamatan Pekat, itu karena warga yang menjadi korban gigitan anjing tidak melapor. Baru setelah ada kasus 3 orang meninggal, warga mulai melapor di pusat sarana kesehatan untuk di VAR, “terang Rahmat.(TS/RF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com