“Diapresiasi” Satgas Gardu Tangkas Perak Kelurahan Kandai II Dompu Dikukuhkan

DOMPU,TRIBUN

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Dompu mengapresiasi langkah Pemerintah Kelurahan Kandai Dua Kecamatan Woja yang telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Gerakan Terpadu Tangani Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak (Gardu Tangkas Perak).

“Adanya Satgas Gardu Tangkas Perak ini sebagai upaya pencegahan agar kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak terjadi lagi di Kabupaten Dompu, “kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Dompu, Hj. Daryati Kustilawati, SE., M. Si,.saat pembekalan sekaligus pengukuhan Satgas Gardu Tangkas Perak di kantor Kelurahan Kandai II Kecamatan Woja, Sabtu (07/9/2019).

Dikatakan, tujuan dibentuknya Gardu Tangkas Perak yaitu, mencegah segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak. Melindungi perempuan dan anak korban kekerasan, menindak pelaku kekerasan terhadap perempuan dan anak dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Memberikan rasa aman terhadap perempuan dan anak korban kekerasan, memulihkan kondisi fisik, psikis dan ekonomi perempuan maupun anal korban kekerasan.

Hj. Daryati juga mengemukakan,  Kelurahan Kandai Dua Kecamatan Woja merupakan pilot project untuk program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di Kabupaten Dompu. Karena itu dirinya, mengapresiasi langkah Pemerintah Kelurahan Kandai Dua yang telah membentuk Satgas Gardu Tangkas Perak.

“Adanya Satgas Gardu Tangkas Perak ini sebagai upaya pencegahan agar kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak terjadi lagi di Kabupaten Dompu, “Terangnya.

Kadis DP3A juga menyampaikan, bahwa Gardu Tangkas Perak di Kabupaten Dompu telah diterbitkan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 37 Tahun 2019 tentang Satgas Gardu Tangkas Perak. Dimana kata dia, Satgas Gardu Tangkas Perak mempunyai tugas untuk membantu organisasi layanan perempuan dan anak yang telah dibentuk pemerintah daerah untuk menangani masalah perempuan dan anak di daerah.

Hj Daryanti menambahkan, kegiatan pembekalan kepada anggota Satgas Gardu Tangkas Perak yang telah dibentuk oleh Lurah Kandai Dua ini agar mengetahui Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) sebagai Satgas.

Sementara itu, Kepala DPM-PD Dompu, Haeruddin SH., dalam pemaparanya menyampaikan, bahwa kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan tindak pidana yang berat. Karena itu dalam penegakan hukum, pelaku akan mendapatkan sanksi hukum meskipun tanpa harus menghadirkan saksi.

“Jangankan yang melakukan kekerasan, yang melihat saja lantas membiarkan maka akan kena juga, “kata mantan Kabag Hukum Setda Dompu ini.

Kadis DPM-PD menambahkan, salah satu upaya untuk mencegah terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak adalah dengan program-program pemberdayaan kepada masyarakat.

Sementara Ketua LPA Dompu, M. Jaelany, SE., menampilkan potret permasalahan yang terjadi terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Dompu.Seperti kasus KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga), Broken Home, pelecehan seksual, penipuan, perselingkuhan, terlilit hutang, penelantaran, traficking/ Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Untuk menangani persoalan-persoalan yang terjadi di masyarakat, kata Zaelani, di Kelurahan Kandai Dua ini akan dilaunching Rumah Perak (Perlindungan Anak) sebagai wadah Puspaga (Pusat Pembelajaran Keluarga), “jelasnya.

Dikatakannya, Rumah Perak berfungsi sebagai wadah layanan Informasi,  konsultasi, konseling, psikologi dan spiritual, rujukan, dan pendampingan bagi perempuan dan anak korban kekerasan. Demikian juga bagi pelaku bila masih tergolong anak-anak.

Sementara Psikolog Najwa Nailyi, S. Psi membekali kepada anggota Satgas dengan simulasi atau roll play sebagai contoh pendekatan dalam menangani kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Satgas ini tidak hanya menangani korban tetapi juga orang-orang di sekitarnya termasuk terhadap Anak yang Berhadapan dengan Hukum, “tandasnya.

Dikatakannya dalam menangani kasus kekerasan, Satgas harus menggunakan pendekatan persuasif dan komunikatif dan menghindari cara-cara kekerasan.

Satgas juga diharapkan melakukan langkah-langkah deteksi dini untuk mencegah terjadinya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Ketua Satgas Gardu Tangkas Perak Kelurahan Kandai Dua, Syarifuddin H. Abdullah mengapresiasi atas terbentuknya Satgas dan Rumah Perak di Kelurahan Kandai Dua. ”Semoga dengan adanya Satgas dan Rumah Perak ini tidak ada lagi kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kelurahan Kandai Dua ini,” harapnya.

Pantauan media ini, kegiatan pembekalan dan pengukuhan Satgas Gardu Tangkas Perak tersebut dihadiri oleh Camat Woja, Muhammad Dardani, M. Si, Lurah Kandai Dua, Yunan Helmi, S. Sos, Sekretaris Kelurahan, Tuhfatul Anfas, S. STP,  Ketua LPM Kandai Dua, Muslimin, S. Ag serta pejabat dan tokoh masyarakat lainnya.

Sebagai narasumber adalah Kepala Dinas P3A Kabupaten Dompu, Hj. Daryati Kustilawati, SE., M. Si, Haeruddin, SH, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD), M. Jaelany, SE, Direktur Lembaga Pengembangan Sumberdaya (LEPAS) Kabupaten Dompu, Najwa Naily, S. Psi Tenaga Psikologi di DP3A Dompu.

Kegiatan tersebut diakhiri dengan  komitmen bersama “Stop Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak, “Kami Anggota Satgas Gardu Tangkas Perak Siap Melindungi Perempuan dan Anak”.(TS/RF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com