Tindaklanjuti Hasil Penilaian, ISTA Segera Kunjungi “Alam Asri”


SUMBAWA BARAT, TRIBUN

Sebelumnya Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) Tahun 2019 dari Kementrian Pariwisata menetapkan pariwisata pantai Jelenga yang di angkat oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Alam Asri masuk dalam nominasi urutan ke 31 dari 37 yang terpilih ketahap selanjutnya.
Dari data penyelenggara ajang ISTA sebanyak 260 peserta ikut andil dalam mempresentasekan destinasi terbaik yang ada diwilayahnya masing-masing. Untuk itu, dari 37 Pokdarwis yang masuk nominasi destinasi terbaik se-Indonesia salah satunya termasuk wisata pantai Jelenga yang berada di desa Beru, Kecamatan Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat.
Berdasarkan nominasi tersebut, rencananya dalam waktu dekat ini, tim penilai yang terdiri dari Asisten Deputi Pengembangan Infrastruktur dan Ekosistem Destinasi Pariwisata akan segera turun untuk menindaklanjuti hasil penilaian Desk Evaluation dan Rapat Dewan juri Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) Tahun 2019.
Selain Deputi tim juri yang ikut menilai adalah Word Committee on Tourism Ethis Of UNWTO, Rektor UN Pelita Harapan dan Leadership Council UN SDSN. Ketiga juri tersebut sebagai juri kehormatan dalam ajang tersebut.
Menurut Ketua Lembaga Riset dan Pengembangan Desa (RiPeD) dan Ketua Tim persiapan, Muhammad Rizal, S.Sos, MAP kepada media ini, Senin (16/7) kemarin mengatakan, sejauh ini tim dari kabupaten sudah bekerja dalam rangka menyediakan sarana dan prasarana sebagai penunjang agar terlihat lebih tertata terhadap standar kelayakan berwisata.
“Pemkab KSB akan segera membentuk tim rapat yang akan dihadiri oleh Dinas LH, DKP, DMPPT, Kepala Desa, Camat, Kapolsek, bersama Lembaga RIPED, PT. AMNT dan Ketua Pokdarwis,” paparnya.
Sementara, ketua Pokdarwis Alam Asri, Jibrata Utama Arsya dalam keterangannya mengungkapkan, dalam ajang ISTA 2019 tersebut kita berharap agar pariwisata di KSB khususnya Pantai Jelenga dapat menjadi sumber motivasi bagi masyarakat penggiat pariwisata lainnya untuk berani tampil di tingkat Nasional bahkan Internasional.
“Semoga dengan kedatangan tim penilai dari Deputi Pengembangan Infrastruktur dan Ekosistem Destinasi Pariwisata akan mendapat multiplayer effect yang sangat besar, baik bagi perolehan pendapatan daerah, maupun dari sisi penyerapan tenaga kerja bagi masyarakat lokal,” pungkasnya.
Untuk diketahui, Kementerian Pariwisata menyatakan bahwa ISTA dilaksanakan bukan sebagai kompetisi untuk membandingkan antar destinasi atau daya tarik wisatawan atau bisnis pariwisata, akan tetapi untuk memotivasi destinasi lainnya agar dapat meningkatkan pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Selain itu, ajang ISTA ini juga dibuat untuk membangun dan meningkatkan kesadaran masyarakat serta para pelaku pariwisata mengenai Kegiatan Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan serta memberikan apresiasi kepada destinasi-destinasi yang telah menerapkan prinsip Pariwisata berkelanjutan. (ts/budi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com