Kecamatan Hu’u Zona Merah Terparah Rabies di Dompu

DOMPU,TRIBUN

    Kecamatan Hu’u zona merah terparah rabies di Kabupaten Dompu. Pasalnya, kasus gigitan anjing rabies terjadi berturut-turut dan juga ditemukan positif rabies.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Dompu, Ir Zainal Arifin, M.Si., mengatakan, pihaknya sudah berusaha keras menekan penyebaran rabies di kecamatan Hu’u dan wilayah zona merah lainya. Namun, strategi pemerintah itu tidak akan berhasil tanpa adanya kesadaran dari masyarakat.

“Saya kira semua sudah berusaha sekuat tenaga menekan rabies ini. Tapi memang kembali pada kesadaran masyarakat. Kalau kita masih acuh tak acuh, dan kemudian meliarkan anjingnya, saya kira itu menjadi persoalan, “katanya kepada wartawan di kantornya, Jum’at (17/5/2019).

Zainal Arifin menegaskan, proses eliminasi yang dilakukan bukanlah upaya memusnahkan seluruh anjing oleh pemerintah daerah. Proses eliminasi itu adalah upaya preventif yang dilakukan, khususnya bagi anjing yang sengaja dilepasliarkan dan tidak terpelihara dengan baik.

Jainal menghimbau kepada masyarakat Dompu untuk sama-sama menyikapi permasalahan rabies, salah satunya dengan merawat anjing peliharannya.

“Ya memang harus dikandangkan, jangan dibiarkan liar dijalanan begitu. Semua yang tidak diinginkan bisa terjadi kalau anjing dilepasliarkan,”ungkapnya.

Kepala Disnakeswan juga menyebut, selain kecamatan Hu’u zona merah terparah penyebaran rabies, ada daerah lain di Dompu masuk zona merah rabies yakni, kelurahan Bada, Potu, Kandai 1, Bali 1, Kareke, Dorobara, Mbawi, (Kecamatan Dompu) Kelurahan Simpasai dan Rababaka (Kecamatan Woja) dan sejumlah desa di Kecamatan Kempo.(TS/RF)  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com