DP3A Dompu Gelar Asistensi dan Bimtek Indikator KLA

DOMPU,TRIBUN

    Sejak dilaunchingnya Dompu menuju Kabupaten Layak Anak (KLA) tahun 2014 lalu, Pemkab Dompu terus membangun komitmen bersama, dan secara bersama pula mewujudkan komitmen dimaksud ke dalam tindakan nyata melindungi hak anak di Kabupaten Dompu. Semangat dan kegigihan Pemerintah Kabupaten Dompu patut diapresiasi.  

    Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Peridungan Anak (DP3A) Kabupaten Dompu, Hj,Daryati Kustilwati,SE,M.Si ditemui di sela acara Asistensi dan Bimtek Indikator Kabupaten Layak Anak (KLA) di gedung PKK Dompu, Senin (04/3/2019) mengatakan, kegiatan Asistensi dan Bimtek Indikator KLA bertujuan, menyatukan pemahaman anggota gugus tugas dalam mengembangkan kebijakan, menyiapkan dokumen atau data dalam pemenuhan indikator KLA.

    Selain itu, mensinergikan program dan kegiatan pada masing-masing OPD dalam menangani masalah anak dan pemenuhan hak anak. Serta mengintegrasikan rencana aksi daerah KLA yang memuat kebijakan, program dan kegiatan pembangunan untuk memenuhi hak anak dalam mewujudkan KLA.

    “Upaya-upaya yang kita lakukan ini, merupakan langkah kita untuk terus menerus melakukan upaya-upaya perlindungan dan pemenuhan hak anak di Kabupaten Dompu, “kata Hj Daryanti.

Dikatakan, kegiatan asistensi dan bimtek indikator KLA ini diikuti perwakilan dari masing-masing Badan/Dinas/Istansi/Lembaga di Kabupaten Dompu yang memahami bidang tugas terkait dengan kepentingan anak.

    “Kegiatan asistensi dan bimtek indikator KLA ini harus dilakukan dalam mendukung program dan kegiatan KLA dalam memenuhi kebutuhan perlindungan anak, “ungkapnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, peserta asistensi dan bimtek indikator KLA ini merupakan anggota gugus tugas GS-KLA. Dalam kegiatan ini peserta lebih kepada Vokus group Diskusion (VGD).

Pola VGD ini, lanjutnya, membahas masing-masing klaster Kabupaten Layak Anak (KLA),  dimana ada 5 klaster indikator KLA. Klaster pertama tentang hak civil anak, klaster kedua tentang pengasuhan alternatif, klaster ketiga tentang anak sehat, klaster ke empat tentang pendidikan dan  kesehatan dan klaster ke lima tentang perlindungan khusus disabilitas.

“Kalau semua klaster indikator Kabupaten Layak Anak (KLA) berjalan baik maka kita bisa pastikan tidak akan ada lagi tindak kekerasan terhadap anak di Dompu, “ujarnya

Daryanti menambahkan, kabupaten layak anak setiap tahun dievaluasi oleh pemerintah pusat. Pada evaluasi tahun 2017 ditingkat Provinsi NTB, Kabupaten Dompu berada di urutan ke 3, “Dan saat ini Kabupaten Dompu tengah menuju proses tingkat Pratama, “terangnya.(TS/RF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com