DBD Mulai Telan Korban Jiwa di Dompu

DOMPU,TRIBUN

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Dompu menghimbau warga mewaspadai penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Pasalnya, ada satu orang warga meninggal akibat digigit nyamuk Aedes Aegypty.

Korban meninggal dunia bernama Selfi Ananda (9 tahun) warga Lingkungan Kota Baru Kelurahan Bada Kecamatan Dompu. Korban meninggal dunia, Selasa (23/1/2019) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dompu.

Kepala Dinas Kesehatan Dompu yang dikomfirmasi melalui Kasi P2P, Edi Suharjan, S.KM, Jum’at (25/1/2019) membenarkan korban meninggal dunia positif DBD. “Hasil diagnosis pihak Rumah Sakit korban dinyatakan positif DBD, “kata Edi Suharjan.

Dijelaskan Edi Suharjan, korban sempat dirawat seminggu dirumahnya, karena kondisi semakin parah,  korban kemudian dibawa ke Puskesmas. Dua hari di rawat di Puskesmas, pihak medis merujuk korban ke Rumah Sakit dan meninggal dunia, “keadaan korban sudah kritis saat dirujuk ke Rumah Sakit dan akhirnya meninggal dunia, “kata Edi Suharjan.

Edi Suharjan menambahkan, bahwa penyemprotan fogging telah dilakukan oleh pihak Dikes. Penyemprotan tersebut dilakukan dengan radius 100 meter di sekitar rumah korban. Selain itu juga memberikan bubuk abate kepada warga.

Dikatakan, salah satu upaya untuk terhindar dari gigitan nyamuk Aedes Aegypty yakni menggalakan gerakan 3M. Gerakan 3M merupakan inisiatif pemerintah sebagai salah satu solusi pencegahan demam berdarah. 3M terdiri dari kegiatan menutup, menguras, dan mengubur objek-objek yang mendukung siklus hidup nyamuk.

“tutuplah tempat yang bisa menampung air, baik di dalam maupun di luar rumah. Jika tidak diperlukan, tengkurapkan wadah-wadah yang bisa menampung air di luar rumah agar tidak tergenangi air hujan. Nyamuk betina memanfaatkan air yang tergenang sebagai tempat bertelur, “katanya.

Selain itu, kuraslah tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi satu hingga dua kali seminggu. Siklus metamorfosis nyamuk, mulai dari telur hingga menjadi nyamuk dewasa, berlangsung selama 8-10 hari. Dengan mengosongkan tempat-tempat penampungan air secara berkala, maka kita telah memutus siklus hidup nyamuk. Kemudian mengubur semua objek yang bisa menampung air, seperti kaleng bekas atau wadah plastik.(TS/RF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com