Disnakeswan Dompu Bantah Ada Penyebaran Virus Rabies di Kecamatan Kempo

DOMPU,TRIBUN

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Dompu membantah ada virus rabies di Kecamatan Kempo. Untuk membuktikan kebenaran ada penyebaran virus rabies dari gigitan anjing perlu dilakukan pemeriksaan laboraturium pada bagian otak anjing yang dicurigai pembawa virus rabies tersebut.

Menurut Dokter Hewan (Drh), Mujahidin., Kabid Kesehatan dan Kesehatan Masyarakat Veterine Dinas Peternakan dan Kesehatan Dompu yang turun langsung kelokasi mengatakan, isu ada penyebaran virus rabies belum bisa dibuktikan secara sah, karena perlu ada pemeriksaan laboraturium untuk membuktikan penyebaran virus dimaksud.

Namun demikian, kata Mujahidin, masyarakat dihimbau agar tetap waspada dan hati-hati. Dan, apabila ada yang terkena gigitan anjing agar lukanya dicuci dengan detergen pada air yang mengalir untuk membunuh virus tersebut, kalaupun dicurigai digigit anjing gila (rabies) sebelum dibawa ke ke Puskesmas atau Rumah Sakit terdekat untuk penanganan selanjutnya.

“Perlu ada pembuktian melalui pemeriksaan laboraturium untuk membuktikan penyebaran virus rabies dimaksud dan kalaupun ada warga yang digigit anjing segera cuci dengan detergen untuk membunuh virusnya, “kata Mujahidin kepada media ini, Sabtu (08/12/2018)

Menurutnya, saat ini Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Dompu terus mengoptimalkan program pencegahan dan penanggulangan penyakit hewan menular seperti rabies.

Sebelumnya, salah seorang pemilik ukun facebook bernama Rio Revolusi menginformasikan bahwa telah terjadi kasus anak diduga digigit anjing gila di Desa Kempo Kecamatan Kempo. Korban diketahui bernama Manahel ( 4 tahun) dan Danies (10 tahun). Saat ini, kedua korban sudah ditangani oleh pihak medis setempat.(TS/RF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com