Kemenkes RI Bersama Dinkes Dompu Gelar Advokasi Percepatan Eliminasi Kusta

DOMPU,TRIBUN

Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Dompu menggelar pertemuan advokasi sosialisasi dan pelaksanaan intensifikasi penemuan kasus kusta melalui kampanye eliminasi kusta,  di Gedung PKK Dompu, Rabu (05/12/2018).

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka percepatan eliminasi kasus kusta tingkat provinsi dan Kabupaten Kota di Indonesia tahun 2019 dan Eradikasi Frambusia tingkat Nasional tahun 2020.

Kadis Kesehatan Dompu melalui Kabid P2P, Maman, SKM., dalam sambutanya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan program dalam menanggulangi penyakit menular seperti Kusta dan Frambusia yang dilakukan melalui kampanye dan untuk meminimalisir program terhadap kejadian penyakit menular tersebut.

“Kegiatan ini untuk meningkatkan komitmen pemerintah dan masyarakat dalam pengendalian penyakit menular dilingkungan masyarakat, ”ungkapnya.

Sementara itu Staf Ahli Bupati Dompu, H M Syaiun Haz, SH, dalam sambutanya mewakili Bupati Dompu sangat mengapresiasi kegiatan advokasi dan sosialisasi ini. Menurutnya ini sangat penting dilaksanakan mengingat penderita penyakit Kusta dikabupaten Dompu masih ada.

“Melihat masih adanya prevalensi penyakit kusta di Kabupaten Dompu, maka perlu dilakukan terobosan program yang mempunyai daya ungkit tinggi untuk memutuskan mata rantai penularan penyakit kusta, minimal mensosialisasikan dan menemukan penderita untuk mengurangi masalah sosial di masyarakat, ”ujarnya.

Untuk itu kata dia, melalui kesempatan tersebut Syaiun menyampaikan keseriusan dan perhatian semua pihak dalam menanggulangi penyakit menular Kusta.

Sementara pemateri pada kegiatan advokasi dan sosialisasi Dr, Tefani Tiara, Kasi Kusta Subdit Penyakit Tropis Menular Kemenkes RI, dalam pemaparanya mengatakan, ada langkah-langkah untuk mencapai target eliminasi kusta Provinsi dan Kab/Kota, yakni, peningkatan advokasi dan sosialisasi program kasus kusta dan frambusia, intensifikasi penemuan kasus aktif berbasis keluarga dan masyarakat, peningkatan jejaring layanan/integrasi dan kolaborasi kegiatan lintas program.

Selanjutnya, memperluas daerah implementasi kegiatan inovasi pengobatan pencegahan massal dan mengupayakan agar usta tetap menjadi agenda prioritas nasional pada periode RPJMN berikutnya.

Tefani Tiara menjelaskan, tanda awal penderita kusta yakni, bercak kulit mati rasa dan tanda lanjutnya kerusakan fungsi saraf dan disabilitas. Sedangkan untuk faktor yang mempengaruhi penularan kusta, yaitu, sumber penularan, kuman kusta dan daya tahan tubuh. Sementara penularannya melalui, manusia yang dianggap sumber penularan yang belum mendapatkan obat dan melalui pernafasan dan kontak erat dan lama.(TS/RF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com