Bappenda Dompu Sedang Mengkaji Konsep Penataan Parkir Berlangganan

DOMPU,TRIBUN

Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Bappenda Kabupaten Dompu serius menyikapi adanya dugaan kebocoran retribusi parkir sehingga target pencapaiannya tidak pernah tercapai. Saat ini, Bappenda Dompu sedang mengkaji konsep penataan parkir dan mekanisme penarikan retribusi parkir umum di tepi jalan.

Kepala Bappenda Dompu, Ir. Armansyah, kepada Tribun, Jum’at (12/10/2018) mengatakan, konsep penarikan retribusi parkir umum saat ini sedang dikajinya. Menurutnya, sistem parkir berlangganan ini dirasa cocok sehingga tidak terjadi kebocoran pendapatan dari retribusi parkir.

Armansyah menuturkan, konsep penarikan retribusi parkir berlangganan yang sedang dikajinya sangat dimungkinkan untuk diterapkan di Kabupaten Dompu.

“Saya melihat konsep penarikan retribusi parkir umum harus segera ditata. Dan parkir berlangganan menjadi salah satu pilihan untuk kami terapkan,”  kata Armansyah.

Untuk mempersiapkan konsep tersebut, kata Armansyah pihaknya akan berkoordinasi dengan UPTD Samsat dan Dinas Perhubungan Dompu, “Saat ini proses kajian untuk menentukan format yang tepat tengah kami konsep, “Ungkapnya.

Armansyah juga menjelaskan, sebelum menerapkan sistem parkir berlangganan, Dishub sebagai leading sektor persoalan kendaraan akan melakukan pendataan mengenai titik parkir di Dompu terlebih dahulu.

Ketika ditanya berapa biaya parkir berlangganan untuk kendaraan roda dua dan roda empat, Armansyah mengatakan, untuk kendaraan roda dua dipatok, Rp. 20.000 dan roda empat  Rp.40.000. Sementara untuk sistim pembayaranya dilakukan pertahun saat perpanjangan STNK.

“Penerapan parkir berlangganan ini akan mampu menggenjot PAD dari jasa parkir, sekaligus untuk meminimalisir kebocoran pendapatan retribusi parkir umum, “Ungkapnya.(TS/RF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com