Perketat Pengawasan WNA, Imigrasi Gelar Sosialisasi APOA

SUMBAWA BARAT, TRIBUN — Kantor Imigrasi Kabupaten Sumbawa melakukan sosialisasi Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA) di Kantor Kecamatan Jereweh Selasa (15/8). Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk sinergitas bersama Pemerintah dalam hal ini Dinas Pariwisata dan Aparatur Pemerintahan Kecamatan Jereweh dalam mendata keberadaan Warga Negara Asing (WNA).

Kepala Sub Seksi Pengawasan Keimigrasian, Erry Prihantono, mengatakan, setiap orang yang memberi tempat tinggal atau penginapan bagi orang asing wajib melaporkan keberadaan orang asing tersebut. Hal tersebut sesuai dengan pasal 72, Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang keimigrasian dan dapat dipidana jika tidak melakukannya.

“Setiap orang asing yang ada di wilayah Indonesia, khususnya KSB  harus memiliki penjamin yang wajib melaporkan setiap perubahan status sipil, keimigrasian, dan perubahan alamat,” ucapnya kepada media Tribun Sumbawa usai memberikan sosialisasi.

Lebih lanjut, dia mengatakan kegiatan sosialisasi itu dilakukan guna memberikan pemahaman bagi pemberi tempat tinggal baik perorangan maupun pemilik penginapan mengenai Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA). Aplikasi tersebut dapat membantu proses pelaporan maupun pengawasan keberadaan orang asing menjadi lebih cepat dan mudah.

Selain memudahkan pelaporan, aplikasi ini juga mempermudah pihak Imigrasi dalam memberikan pelayanan kepada orang asing, dalam konteks perlindungan serta memberikan sarana penyampaian aspirasi dari masyarakat.

Tentunya hal ini merupakan upaya dalam mewujudkan lingkungan yang nyaman dan kondusif bagi masyarakat KSB khususnya, “Misalnya saja ada penjamin yang menemukan orang asing yang diduga melanggar hukum, maka bisa langsung melaporkannya kepada kami melalui APOA ini,” jelasnya.

Lebih lanjut, dia mengharapkan kepada pihak kecamatan untuk melakukan kembali sosialisasi ini di masing-masing wilayah. Dengan begitu, semua lapisan masyarakat dapat mengerti dan memanfaatkan aplikasi pelaporan orang asing yang telah disediakan.

“Kami berharap bapak atau ibu yang mewakili kecamatan bisa meneruskan ini kepada masyarakat agar bisa dimanfaatkan dengan baik,” tambahnya.

Menurut Camat Jereweh, Hasan SE, mengungkapkan pihaknya menyambut baik dan mengapresisasi kepada pihak Imigrasi Sumbawa dalam rangka memberikan sosialisasi dan pemahaman kepada pengusaha maupun pengelola penginapan dan hotel, karena selama ini ada miskomunikasi terhadap pelaporan keberadaan orang asing  yang melakukan aktifitas di wilyahnya karena prosedur aturannya yang belum begitu diketahui.

Hasan, menghimbau agar setiap pengelolah segera berkoordinasi ke pihak Imigrasi terkait WNA untuk menghindari kejadian yang menjadi kekewatiran  adanya keterlibatan pengusaha pada kasus dan terpengaruh terhadap usaha.

“Jangan sampai di nodai oleh WNA yang  tidak memiliki dasar identitas sesuai aturan keimigrasian. Bukan hanya perhotelan tetapi tempat hiburan lainnya harus melaporkan seluruh orang asing yang berkunjung,” tegasnya.

Harapan kami dari kecamatan terhadap pengusaha maupun pengelolah hotel dan penginapan untuk sama-sama bersama Pemerintahan  memberikan sosialisasi dan melaporkan  segala bentuk kegiatan terhadap keberadaan orang asing agar segera di laporkan. (bud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com