Soal Kekeringan, Pemda Diminta Jangan Tutup Mata

MATARAM, TRIBUN — Sebagaimana diketahui, Nusa Tenggara Barat (NTB) belakangan ini dilanda kekeringan, dampaknya pun terbilang cukup terasa terutama diwilayah bagian timur NTB yakni Pulau Sumbawa.
Menyikapi hal itu, Anggota Komisi V DPRD Provinsi NTB, Hj Nurlaela Chairunnisa meminta secara tegas kepada setiap elemen pemerintah daerah (Pemda) agar tidak menutup mata.
“Pemda jangan menutup mata, karena masyarakat sedang membutuhkan uluran tangan (Bantuan),” ucapnya, Jum’at (11/08) di Mataram.
Adapun poin penting yang harus menjadi catatan sambung salah satu Srikandi Udayana (DPRD NTB) jebolan Dapil VI Dompu-Bima ini, seperti di Pulau Sumbawa, khususnya wilayah Dompu dan Bima.
Ketika masuk musim penghujan kata Nurlaela, maka yang paling diantisipasi adalah banjir. Begitupun halnya kekeringan, maka dampak yang paling terasa yaitu susahnya akses air bersih.
Untuk itu, ia mengajak khususnya kepada elemen pemerintah baik dari tingkat Desa, Kecamatan, Bupati/Wali Kota bahkan Provinsi dapat bersama-sama berkolaborasi membantu dan memperhatikan rakyat.
“Ingat kita adalah amanah dari rakyat. Jangan menunngu laporan tapi harus turun langsung ke lapangan mengecek. Bagaimana situasi dan kondisi atau keadaan saudara-saudari kita saat ini,” ujar Nurlaela.
Untuk diketahui, sebelumnya diberitakan media ini, bahwa jumlah jiwa terdampak akibat kekeringan di 10 Kabupaten/Kota lingkup NTB ini mencapai 640.048 jiwa, 127.490 KK tersebar pada 318 Desa di 71 Kecamatan.
Mirisnya lagi, seperti di Dompu dan Bima warga harus mengantri hanya untuk mendapatkan air yang keruh untuk dikonsumsi alias tak Layak.
Warga juga berharap, pemerintah dapat memberikan bantuan air bersih atau pembangunan sumur bor sebagai antisipasi sekaligus alternatif bersifat jangka panjang untuk ketersediaan air bersih dikala darurat. (zen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com