Kelompok Tani “Pade Girang” Wakili NTB ke Nasional

MATARAM, TRIBUN
Kelompok tani dari Lingkungan Mas Mutiara Kelurahan Karang Pule Kecamatan Sekarbela Kota Mataram, Kelompok Tani Pade Girang, mewakili Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk diikutkan dalam Lomba Kelompok Tani Berprestasi Komoditi Kedelai Tingkat Nasional tahun 2016. Penilaian dan verifikasi dilaksanakan pada Kamis (25/08), oleh Tim Penilai Pusat di pondok pertemuan milik Kelompok Tani Pade Girang, dengan dihadiri oleh Walikota Mataram H. Ahyar Abduh, Kepala SKPD terkait lingkup Kota Mataram, segenap anggota tim penyuluh pertanian, dan para anggota Kelompok Tani Pade Girang.

Dalam laporan singkatnya mengawali penilaian Ketua Kelompok Tani Pade Girang Jamhur mengatakan bahwa kelompok tani yang dipimpinnya memiliki 62 orang anggota dan mengelola lahan seluas 53,90 hektar. Berdiri sejak tahun 1990, kelompok tani ini mengelola sendiri usaha kelompoknya dari hulu sampai hilir dan menjalin kemitraan dengan banyak pihak untuk pengadaan benih, obat-obatan, pupuk bersubsidi, sampai dengan pemasaran hasil produksi. Sedangkan untuk organisasi, Kelompok Tani Pade Girang memiliki sususan pengurus organisasi yang lengkap serta mendapat pembinaan dari para penyuluh. “Akhir kata kami sampaikan, kami siap dinilai,” ucapnya.

Melihat kesiapan kelompok tani berprestasi tersebut, Walikota Mataram H. Ahyar Abduh yakin Kelompok Tani Pade Girang dapat meraih bersaing mewakili Provinsi NTB di tingkat nasional. Namun demikian Walikota menyerahkan penilaian kepada tim penilai, dan percaya sepenuhnya pada tim untuk melakukan penilaian. Lebih dari itu hasil penilaian merupakan sebuah evaluasi terhadap permasalahan dan kekurangan-kekurangan yang masih ada, sebagai bahan untuk menyempurnakan hal-hal yang berkaitan dengan komoditi kedelai di Kota Mataram di kemudian hari. “Harapan saya sama dengan para petani di kelompok tani ini, berharap bisa mendapat prestasi terbaik,” ungkapnya.

Kota Mataram lanjut Walikota, meskipun hanya memiliki luas wilayah yang terbatas dengan hanya 60,31 kilometer persegi atau sekitar 6.000 hektar saja dengan luas lahan pertanian kurang dari 2.000 hektar, namun telah mengantungi sejumlah prestasi di bidang pertanian. Produksi kedelai sebagai salah satu andalan pertanian di Kota Mataram telah banyak mencatatkan prestasi baik di tingkat kota, provinsi, maupun nasional melalui kelompok-kelompok tani komoditi kedelai yang ada di Kota Mataram dalam 16 tahun terakhir.

Sementara dikatakan oleh Ketua Tim Penilai dari Kementerian Pertanian Diana Munir, dirinya bersama segenap anggota tim melakukan penilaian terhadap kelompok-kelompok tani komoditi padi, jagung, dan kedelai di 17 provinsi di Indonesia. Sesuai dengan Agenda Prioritas pemerintah pusat dalam kepemimpinan Presiden Joko Widodo yang disebut dengan Nawa Cita, diharapkan pula bantuan para petani untuk terus meningkatkan produksi yang diantaranya adalah padi, jagung, dan kedelai. Namun diakui Diana, saat ini untuk produksi kedelai masih ada kendala terkait dengan jaminan harga yang belum ada. “Sudah dirintis oleh Kementerian Pertanian untuk meminta Bulog menangani kedelai juga agar ada jaminan harga kedelai,” ungkapnya. (zen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com